Warga Belum Bisa Menikmati Proyek Jembatan Miliaran Rupiah, Akan Dianggarkan Dua Tahun Lagi
Jembatan penghubung kecamatan Karangtengah-Mande menuju Cianjur kota ini memangkas jarak tempuh sangat cepat dari hutan kota Cianjur menuju Canjur
Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Darajat Arianto
Laporan wartawan Tribunjabar.id, Ferri Amiril Mukminin
TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Fasilitas umum berupa jembatan dengan nilai pembangunan miliaran rupiah belum bisa dinikmati warga Cianjur.
Jembatan penghubung Kecamatan Karangtengah-Mande menuju Cianjur kota ini telah lama selesai dibangun.
Namun akses jalan masih berupa tanah dan batu kerikil.
Akses fasilitas umum ini memangkas jarak tempuh sangat cepat dari wilayah hutan kota Cianjur menuju Cianjur kota.
Akses jalan dari taman hutan kota Cianjur hingga Jembatan terlihat sebagian sudah dilakukan pengaspalan dari arah Mande-Baros.
Namun ada kurang lebih 500 meter yang masih terjal dan bebatuan kerikil.
Di seberang jembatan, akses menuju Jalan Pasirgederaya tampak masih dibiarkan begitu saja.
Belum ada sentuhan atau pemerataan dengan cara pengerasan.
Bupati Cianjur H Herman Suherman membenarkan jika keberadaan jembatan Hukoci tersebut masih belum bisa digunakan secara optimal.
"Ia benar, jembatan Hukoci tersebut masih belum bisa digunakan. Pasalnya masih dalam proses pengerjaan," kata Bupati Cianjur H Herman Suherman, di pendopo Selasa (21/9/2021).
Herman mengatakan, pembangunan tersebut akan kembali dimasukan ke rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) di tahun 2023 nanti.
"Akan kembali dimasukan ke RPJMD, mungkin di tahun 2023 nanti," katanya.
Ia mengatakan, proses pembebasan lahan dari Pasirgederaya ke jembatan tersebut diakuinya didahulukan selesai.
"Pembebasan lahan atau akses jalan sudah selesai, dan itu tinggal pembangunan saja. Mudah-mudahan bisa segera dibangun," ujarnya.
Menurutnya, jika nanti sudah terbangun akan memudahkan masyarakat dan juga pengguna jalan yang akan ke Hukoci akan lebih dekat lagi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/jembatan-terbengkalai_.jpg)