Breaking News:

Warga KBB Kembali Dapat Bansos yang Sudah Busuk, Daging Ayam Sudah Biru, Telur Ada Belatung

Beberapa barang dalam paket bantuan sosial yang diterima warga ternyata sudah busuk

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Siti Fatimah
TRIBUNJABAR.ID/MUHAMAD NANDRI PRILATAMA
Ilustrasi - bantuan pangan non tunai (BPNT) untuk dua bulan, yakni Mei dan Juni yang disalurkan Kelurahan Gumuruh, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Rabu (21/7/2021). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Warga Kampung Cinangka, RT 02/06, Desa Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mengeluhkan paket sembako dari program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).

Beberapa barang dalam paket bantuan itu ternyata sudah busuk saat mereka terima.

Paket bantuan yang disalurkan dalam program BPNT berisi enam item sembako.

Selain 1 kilogram ayam potong dan 1 kilogram beras, item lainnya yakni, 10 kilogram beras, tahu, kentang, dan buah pir, yang totalnya senilai Rp 200 ribu.

Baca juga: Lewat Aplikasi SFT, bank bjb Bantu Pemkot Bandung Salurkan Bansos Covid-19

"Tapi ada beberapa item yang tidak layak konsumsi. Ayam potong yang diterima sudah berbau busuk dengan warna daging sudah membiru, jadi saya tidak berani mengkonsumsi sembako tersebut," ujar Tarti (42), salah seorang penerima bantuan di Cipatat, Jumat (17/9).

Ia mengatakan, paket sembako dari BPNT tersebut diterima pada 12 September 2021 lalu.

Ia menerimanya sore hari. Namun, saat paket itu disimpan di rumah, langsung tercium seperti bau bangkai.

"Setelah dicari, sumbernya ternyata dari ayam dari paket bansos," katanya.

Selain daging ayam yang berbau busuk, Tarti juga mengaku ada beberapa telur dalam paket bantuan itu yang sudah ada belatungnya. Memang, kata Tantri, tidak semua telur.

Baca juga: Update Sidang Korupsi Pengadaan Bansos KBB, Aa Umbara Minta Dicarikan Perusahaan Untuk Garap Proyek

"Namun, saya dan keluarga memilih untuk tidak mengonsumsinya. Kalau ayam, jelas aya enggak berani makan, orang baunya juga sudah busuk, enggak layak konsumsi. Tahu juga akhirnya dibuang karena enggak layak konsumsi," ujar Tarti.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved