Breaking News
Selasa, 5 Mei 2026

Sopir Untang Anting Senang Kawah Putih Kembali Dibuka, Saat Tutup Ada Mobil Digadaikan dan Dijual

Para sopir untang anting atau kendaraan angkutan wisata dari gerbang masuk menuju Kawah Putih merasa senang karena objek wisata itu kembali dibuka

Tayang:
Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/LUTFI AHMAD MAULUDIN
Untang anting atau kendaraan angkutan wisata dari gerbang masuk menuju Kawah Putih mulai kembali melayani wisatawan, Minggu (12/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahamad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Para sopir untang anting atau kendaraan angkutan wisata dari gerbang masuk menuju Kawah Putih di Ciwidey Kabupaten Bandung merasa senang karena objek wisata tersebut kembali dibuka.

Saat Kawah Putih ditutup mereka tak memiliki perkerjaan, bahkan ada yang sampai jual barang-barang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Salah seorang sopir untang anting, Enjang Rohmat, mengaku bersyukur Kawah Putih kembali dibuka.

"Alhamdulillah, wisata yang tadinya ditutup membuat hilang mata pencaharian. Ayeuna dibuka deui tiasa kangge ka dapur, dapur ngebul deui (sekarang dibuka lagi bisa untuk dapur, dapur berasap lagi)," kata Enjang.

Enjang mengatakan, memang dibuka baru 25 persennya, tapi yang penting  jalan dulu.

"Peningkatan pengunjung mah itu nanti juga mengikuti," katanya.

Untuk hari ini, kata Enjang, pengunjung lumayan ada peningkatan dibanding hari kemarin.

"Selama Kawah Putih ditutup, sekitar 3,5 bulan, alhamdulillah saya kerja jadi buruh tani, nyangkul, yang penting ada untuk keluarga. Tapi kasian yang lain, yang gak punya kerjaan lain, hingga jual-jual barang," katanya.

Seperti halnya sopir lain Ucok (43), selama Kawah Putih ditutup, tak ada mata pencaharian.

"Gak ada sampingan saya mah, ya nganggur we, untuk memenuhi kebutuhan paking jual barang yang ada. Atau pinjem uang," katanya.

Makanya kata Ucok, sangat bersyukur Kawah Putih kembali dibuka, walau sekarang hanya ada untuk setor, bensin, dan makan saja.

"Diharapkan jangan sampai ditutup lagi," katanya.

Begitu juga sopir untang anting lainnya, Ahmad Mahpudin berharap Kawah Putih jangan sampai ditutup lagi.

"Saat ditutup semua mobil terparkir aja, ada juga yang rusak dan harus ganti aki karena lama tak digunakan. Bahkan ada juga yang digadai sampai dijual," katanya.

Menurutnya, di Kawah Putih terdapat 87 unit untang anting dengan 87 sopir.

"Sekarang belum semau kebagian narik, jadi yang gak kebagian sekarang ya besok kan sistemnya antrean. Sampai sore sekarang yang sudah narik baru, sekitar 40 angkutan," katanya.

Tempat wisata Kawah Putih di Kabupaten Bandung, Minggu (12/9/2021).
Tempat wisata Kawah Putih di Kabupaten Bandung, Minggu (12/9/2021). (Tribun Jabar/ Lutfi AM)

Selain itu kata Ahmad, sebelumnya untang anting bisa membawa 12 wisatawan.

"Sekarang hanya 50 persennya, jadi 1 kali naik hanya 6 orang, tentu pemasukan juga berkurang," katanya.

Ahmad mengatakan, untuk kendaraan untang antingnya sendiri, ada yang milik si sopir itu dan ada juga yang milik orang lain seperti dirinya.

"Saya mah buburuh, satu rit pulang pergi antar wisatawan paling dapat sekitar 40 ribu," ucapnya. (*)

Baca juga: Pengelola Kawah Putih Sulit Terapkan Aplikasi PeduliLindungi di Tempat Wisata Itu

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved