Pengrajin Sepeda Bambu Perlu Sentuhan Teknologi
Indonesia sebagai negara penghasil bambu saat ini masih relatif tertinggal dalam hal ketersediaan teknologi pengolahan bambu. Sangat sulit untuk menda
Pada kegiatan pengabdian, kedua dosen SITH-ITB ini memberikan teknologi pengolahan bambu yang memiliki kemampuan mengawetkan dan mengeringkan bambu dalam waktu singkat dengan hasil bambu kering dan awet yang kualitasnya standar dan seragam.
Teknologi dimulai dari proses memilah potongan bambu/bilah bambu berdasarkan bagian batang bambu (pangkal, tengah, dan ujung). Bambu sebelum dikeringkan di dalam oven, lebih baik dikeringkan secara alami menggunakan sinar matahari hingga kadar air maksimal 50%. Proses pengeringan ini akan mengurangi kadar air bilah bambu sebelum masuk oven. Semakin mendekati nilai kekeringan yang ingin dicapai, proses pengeringan oven menjadi lebih cepat. Bambu yang dikeringkan lebih dulu dengan dijemur matahari tidak akan menyebabkan pecah saat di oven. Selanjutnya dilakukan pengeringan dengan menggunakan oven pada suhu 60-80oC, sampai kadar air bilah bambu mencapai kurang dari 10%. Teknologi kombinasi proses pengeringan ini dapat mengurangi penggunaan energi dalam proses pengeringan oven dan dapat mempersingkat waktu pengovenan dari 6 hari menjadi 3 hari.
Pengawetan bambu untuk barang kerajinan seperti sepeda bambu Spedagi telah dicobakan dengan metode Boucherie dengan tekanan 1,5 bar. Proses pengawetan diawali dengan memasukkan larutan pengawet ke dalam tangki pengawet. Batang bambu yang masih segar dengan panjang 1 meter, selanjutnya disambungkan pada nosel pipa dan diklem. Klem dikencangkan untuk mencegah kebocoran larutan pengawet. Hasil pengawetan menunjukan dengan metode ini terbukti menghasilkan waktu pengawetan yang lebih singkat dan retensi yang tinggi dibandingkan dengan metode pengawetan konvensional melalui perebusan yang selama ini pengrajin lakukan.
Pada akhir kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan kerja sama (MOU) antara SITH-ITB dengan pengrajin sepeda bambu (spedagi). Dari Kerjasama ini diharapkan terjadinya link yang baik antara pengrajin bambu dengan perguruan tinggi baik di bidang Pendidikan (MBKM), penelitian dan pengabdian masyarakat yang akan terus dilakukan oleh ITB.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/1-sepeda-bambu-itb.jpg)