Breaking News:

Pengrajin Sepeda Bambu Perlu Sentuhan Teknologi

Indonesia sebagai negara penghasil bambu saat ini masih relatif tertinggal dalam hal ketersediaan teknologi pengolahan bambu. Sangat sulit untuk menda

Editor: bisnistribunjabar
Sepeda Bambu 

TRIBUNJABAR.ID, Indonesia sebagai negara penghasil bambu saat ini masih relatif tertinggal dalam hal ketersediaan teknologi pengolahan bambu. Sangat sulit untuk mendapatkan bambu yang awet dan kering dengan kualitas yang baik.

Pemanfaatan bambu untuk menghasilkan produk dengan nilai tambah tinggi membutuhkan sentuhan teknologi sehingga produk yang dihasilkan mempunyai kualtas yang disyaratkan.

SEPEDA BAMBU ITB
SEPEDA BAMBU ITB ()

Bambu memiliki banyak kelebihan diantaranya cepat tumbuh, dapat tumbuh di berbagai kondisi tanah, memiliki kekuatan yang tinggi dan sudah banyak dikenal oleh masyarakat sebagai material bangunan serta bahan kerajinan yang tidak tergantikan oleh bahan yang lain.

Selain kelebihan, kelemahan juga ditemukan pada material bambu terutama terkait keawetannya yang rendah. Bambu yang memiliki kandungan air tinggi dengan pori-porinya besar menyebabkan bambu kurang stabil pada kondisi pemakaiannya.

3 SEPEDA BAMBU
3 SEPEDA BAMBU ()

Demikian pula, dengan struktur alami bambu seperti ini membuat resiko bambu menjadi rusak karena jamur dan serangga pemakan bambu menjadi sangat besar. Permasalahan yang dihadapi para pengrajin bambu berkaitan dengan proses produksi adalah proses pengeringan dan pengawetan bambu yang selama ini dilakukan tanpa teknologi yang benar.

Oleh karena itu mengeringkan dan mengawetkan bambu menjadi proses kerja yang paling penting dalam suatu proses pengolahan bambu.

Fenomena itu menjadi pemantik dosen Institut Teknologi Bandung melalui kegiatan pengabdian masyarakat dari LPPM-ITB untuk memberikan sentuhan teknologi pengeringan dan pengawetan bambu yang dibutuhkan oleh salah satu pengrajin sepeda bambu di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

6 Sepeda Bambu
6 Sepeda Bambu ()

Setuhan teknologi ini dilakukan oleh dua Dosen Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH)- ITB, yakni Ihak Sumardi Ph.D dan Rudi, Ph.D. Kedua dosen ini melakukan pengabdian di pengarajin sepeda bambu "Spedagi" di Desa Kandangan, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Sentuhan berupa teknologi pengeringan dan pengawetan bambu dengan tujuan untuk menghasilkan sebuah teknologi skala kecil yang dapat menghasilkan potongan bambu awet dan kering tidak pecah dalam waktu yang lebih singkat dengan biaya operasional yang rendah. Produk yang dihasilkan dari pengrajin bambu ini adalah sepeda bambu dengan merek dagang "Spedagi".

5 SPEDA BAMBU
5 SPEDA BAMBU ()

Desain produk sepeda bambu ini merupakan produk rancangan Singgih S Kartono, seorang desainer produk alumni Desain Produk Fakultas Senirupa dan Desain, ITB. Desain Spedagi berbeda dengan sepeda bambu lainnya, Sepada bambu spedagi menggunakan bambu solid berpenampang oval dari jenis bambu petung yang dilaminasi.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved