Breaking News:

Ganjil Genap di Dalam Kota Bandung Sedang Dikaji untuk Diterapkan, Termasuk Buka Tutup Jalan

Satuan Lalulintas Polrestabes Bandung bersama Dinas Perhubungan (Dishub) masih mengkaji kemungkinan ganjil genap diterapkan di dalam Kota.

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Ravianto
Tribun Jabar/ Lutfi AM
Ganjil genap kembali diterapkan di Simpang Cileunyi, Kabupaten Bandung, Minggu (5/9/2021), tepatnya bagi kendaraan yang keluar dari Tol Cileunyi dan dari arah Rancaekek menuju Cibiru atau Kota Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Satuan Lalulintas Polrestabes Bandung bersama Dinas Perhubungan (Dishub) masih mengkaji kemungkinan sistem ganjil genap diterapkan di dalam kota.

Kasat Lantas Porestabes Bandung, AKBP M Rano Hadiyanto mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu hasil evaluasi dari rapat terbatas yang digelar forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompimda).

"Masih dalam kajian, tentunya harus dikomunikasikan dengan forum komunikasi lalu lintas dan jalan," ujar Rano, saat ditemui di Polrestabes, Jalan Jawa, Rabu (8/9/2021).

Selain ganjil genap, kata dia, penerapan sistem buka tutup atau rekayasa arus juga dapat diterapkan di ruas jalan yang padat, untuk mengurangi mobilitas warga di dalam Kota.

"Misalnya ada salah satu ruas jalan yang mengalami peningkatan mobilitas cukup tinggi, kita bisa lakukan sistem buka tutup dalam waktu tertentu, setelah jalan itu normal bisa kembali dibuka, itu untuk di dalam kota," katanya.

Menurut Rano, dari hasil penerapan ganjil genap yang dilakukan di lima gerbang tol di Kota Bandung berhasil menurunkan angka volume kendaraan dari luar yang masuk ke Kota Bandung.

"Evaluasi yang kami dapatkan yaitu terdapat penurunan mobilitas kendaraan yang masuk ke Kota Bandung sekitar 30 persen, oleh karena itu dengan adanya ganjil genap tersebut kami nilai cukup efektif, mudah-mudahan dengan adanya penurunan mobilitas yang masuk ke Kota Bandung penyebaran Covid semakin menurun dan Kota Bandung bebas dari pandemi," katanya.

Adapun indikator keberhasilan penerapan ganjil genap itu, kata dia, dilihat dari antrean kendaraan pada hari Minggu yang akan meninggalkan Kota Bandung melalui.gerbang tol Paster.

"Bisanya di Jalan Djundjunan yang mengarah ke Gerbang Tol Paster mulai jam 2 siang itu pada weekend sebelumnya padat bisa mengekor sampai di atas fyover Surapati."

"Pada saat ganjil genap, kendaraan dari luar kota dibatasi ternyata pada jam jam tersebut tidak ditemui lagi kepadatan dan cenderung normal seperti hari-hari biasa, itu indikatornya," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved