Senin, 11 Mei 2026

Pandemi Melejitkan Usaha Penjahit Rumahan Pembuat APD Ini, Produknya Tembus Pasar Mancanegara

Adanya pandemi yang menghantam berbagai usaha membuat para pekerja dan pelaku usaha beralih untuk tetap bertahan. 

Tayang:
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/PUTRI PUSPITA
Rumah produksi jasa menjahit di Desa Margahurip, Banjaran, Kabupaten Bandung.  

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR. ID, BANDUNG - Suara mesin jahit terdengar ketika memasuki sebuah rumah sederhana dengan 4 mesin jahit di dalam ruangan.

Para pegawai pun terlihat fokus menyelesaikan pakaian hazmat untuk dikirim ke negara lain. 

Sementara itu bagian garasi rumah pun diubah menjadi sebuah ruang kerja dengan 4 mesin jahit yang sama. 

Lagu dangdut pun terdengar dari ruangan, sambil menyelesaikan pekerjaannya, para penjahit begitu asyik ikut bernyanyi mengikuti irama. 

Adanya pandemi yang menghantam berbagai usaha membuat para pekerja dan pelaku usaha beralih untuk tetap bertahan. 

Hal yang sama pun dilakukan oleh Abo, pemilik tempat produksi jasa menjahit yang berada di Desa Margahurip, Banjaran, Kabupaten Bandung

Abo mengatakan, sebelum pandemi datang, ia memproduksi berbagai jenis pesanan. 

"Sebelumnya ya produksi celana, gamis, apapun kita kerjain. Cuma karena kita lagi sepi, ya sekarang dapat pesanan produksi alat pelindung diri (APD)," ujar Abo saat ditemui di tempat produksi, Jumat (3/9/2021). 

Sudah setahun lebih, Abo pun harus beralih dengan mengganti produksi barangnya. 

Pesanan APD yang diproduksinya ini, dikatakan Abo justru untuk diekspor ke negara lain. 

Ia mengambil bahan dari garmen dengan sistem cut, make dan trim ( CMT). 

Jasa CMT ini sama dengan jasa makloon, di mana dari bahan yang didapatkan, penjahit akan melakukan pemotongan, pembuatan pakaian, lalu merapikan dan pengepakan. 

"APD ini akan dikirim ke Cina dan Korea. APD ini bukan untuk pasar lokal karena untuk lokal beda lagi bahannya," ujar Abo. 

APD yang akan diimpor ini, bahan yang digunakan memang lebih halus dibandingkan APD untuk lokal. 

Dalam sehari, tempat produksi APD ini mengirim 500 APD yang dibuat oleh 10 orang. 

Setelah selesai, Abo pun akan mengirimkan APD yang telah selesai ke garmen untuk dikirim ke negara lain yang telah memesan.  (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved