Breaking News:

Kabupaten Ciamis Sudah Turun ke Zona Kuning, Tapi Keterisian Kamar di RS Masih Tertinggi se-Jabar

Memasuki periode akhir Agustus lalu dari tanggal 23 Agustus sampai 29 Agustus, Kabupaten Ciamis sudah masuk daerah zona risiko rendah

Penulis: Andri M Dani | Editor: Darajat Arianto
ILUSTRASI - Suasana RSUD Ciamis 

Laporan wartawan Tribunjabar.co.id, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS – Memasuki periode akhir Agustus lalu dari tanggal 23 Agustus sampai 29 Agustus, Kabupaten Ciamis sudah masuk daerah zona risiko rendah (zona kuning). Turun dari zona risiko sedang (zona oranye).

Meskipun demikian, Kabupaten Ciamis tingkat bed occupancy rate (BOR)-nya masih tinggi di Jabar, yakni tertinggi kedua setelah Kota Banjar.

Hal tersebut diungkapkan Sekda Jabar, Setiawan Wangsaatmaja pada rapat Komite  Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Jabar Jumat (3/9) sore.

Di Ciamis rapat tersebut diikuti secara virtual di ruang Vidcon Pendopo Ciamis oleh Asda I Ciamis Ika Darmaiswara dan sejumlah pejabat lainnya.

Menurut Sekda Jabar, Setiawan Wangsaatmaja pada periode 23/8 sampai 29/8 (pe-kan terakhir Agustus) tersebut  di Jabar sudah tidak ada lagi kabupaten/kota yang berada di zona merah (resiko tinggi).

Hanya ada 8 kabupaten/kota yang masuk zona resiko sedang (zona oranye/level 3) dan 18 kabupaten/kota lainnya masuk daerah zona resiko rendah (zona kuning/level 2) termasuk Kabupaten  Ciamis.

Di Jabar katanya per tanggal 2/9. Kasus aktif mengalami penurunan  2,41%, tingkat kesembuhan naik 95,63% dan tingkat kematian naik 1,96%.

Tingkat keterisian BOR rumah sakit memasuki awal September ini, ada lima daerah yang BOR-nya tertinggi.

Meliputi Kota Banjar (48,96%), Kabupaten Ciamis (36,91%), Kabupaten Majalengka (23,66%), Kabupaten Pangandaran (23,64%%) dan Kabupaten Tasikmalaya (23,19%).

Empat kabupaten/kota di Priangan Timur masuk daerah dengan BOR tertinggi di Jabar.

Di Jabar menurut Sekda Setiawan, dari 33 pusat isolasi darurat, dari 2.896 tempat tidur terisi 336 tempat tidur per tanggal 2 September. Atau ada kenaikan 15,38% dibanding hari sebelumnya.

Sementara di Ciamis, data dari PIK Covid-19 yang diperoleh Tribunjabar.id, total kasus terkonfirmasi positif selama masa pandemi sampai Kamis (2/9) yakni sebanyak 15.120 kasus.

Dengan perincian 14.363 kasus sembuh (bertambah 56 orang dibanding hari sebelumnya), meninggal 410 orang (bertambah seorang), dan yang positif aktif 347 orang.

Di antaranya  23 orang dirawat di ruang isolasi rumah sakit dan 324 orang menjalani isoman. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved