Senin, 18 Mei 2026

Cerita Jenderal Eks Pengawal Jokowi Saat Masa Remaja SMA di Bandung, Gagal Secaba Tapi Lulus Akabri

Mayjen TNI Agus Subiyanto ternyata menyelesaikan pendidikan SMA di SMAN 13 Bandung. Dulu dikenal SMA Cimindi. 

Tayang:
Tribun Jabar / Daniel Andrean
Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Agus Subiyanto saat meninjak vaksinasi Covid-19 di SMAN 13 Bandung yang dulu meripakan SMA Cimindil tempat dia mengenyam pendidikan SMA. 

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG- Mayjen TNI Agus Subiyanto ternyata menyelesaikan pendidikan SMA di SMAN 13 Bandung. Dulu dikenal SMA Cimindi

Dia berbagi cerita soal masa-masa remajanya saat mengenyam pendidikan di SMAN 13. Saat itu, selayaknya remaja SMA, dia menikmati masa indah di SMA. Pacaran hingga main band.

"Saat teman-teman semua lulus SMA melanjut kuliah, saya bingung mau kemana. Kuliah enggak ada uang," kata Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Agus Subiyanto saat menyambangi SMAN 13 Bandung, meninjau vaksinasi Covid-19, Rabu (1/9/2021).

Satu hal yang dia tidak lupa. Yakni soal iuran pendidikan per bulan atau SPP. Dia mengaku sering ditagih SPP dan ternyata dia pakai dulu uang SPP untuk pacaran.

"SPP saya saja sering ditagih, karena udah dipakai untuk pacaran, nonton film di alun-alun. Sayang sekali mantan saya tidak hadir, berarti panitia gagal mendatangkan mantan saya," kata dia.

Seusai lulus SMAN 13 Bandung, saat teman-temannya kuliah, ternyata dia bingung. Dia masih sibuk main band untuk cari uang. Hingga akhirnya ia merenung tentang hidupnya yang seolah tanpa arah.

Baca juga: Sosok Mayjen TNI Agus Subiyanto, Pangdam Siliwangi Baru, Bela Praka Izroi Saat Jadi Danpaspampres

Setelah itu, ia mencoba mendaftar Secaba, namun gagal di tahap akhir. Dari kegagalan tersebut, Jenderal Bintang dua ini hijrah, tidak mau lagi bermain-main, tahajud dan puasa Senin Kamis dan mendaftar AKABRI.

"Dari 2.000 orang yang mendaftar, saya berhasil mendapat ranking 2. Tuhan sayang umatnya, akhirnya saya masuk Magelang," katanya.

Saat berhasil masuk AKABRI, Agus mengaku tidak memberitahu rekan seangkatannya di SMAN 13 Bandung. Karena ia yakin bahwa teman-temannya tidak akan percaya. Ia bertemu teman-teman SMA nya setelah menyandang pangkat Mayor di pundaknya.

Saat menjadi letnan dua, dia diminta bertugas ke Kamboja, saat itu Ia sangat bangga, karena masih awal sudah ditugaskan ke luar negeri. Namun, beberapa hari sebelum keberangkatan, posisinya digantikan karena Ia harus pelatihan.

Ia mengakui kuasa ibadah dan doa yang selalu menjadi pedoman hidupnya. Salat subuh di Masjid pun tidak pernah dilewatkan mantan Dandim saat Jokowi menjadi Wali Kota.

"Siapa bapak-bapak di sini yang tadi salat subuh di Masjid ? Meskipun saya tidur jam 01.00 WIB, saya tetap melaksanakan salat subuh di masjid. Hidup itu harus ikhlas," katanya.

Suasana kekeluargaan cukup terasa di ruangan yang ada di SMAN 13 Bandung tersebut. Mayjen TNI Agus Subiyanto mengapresiasi seorang pria yang dulu menjadi ketua OSIS diangkatannya.

"Kalau beliau ini dulu Ketua OSIS, kalau saya bagian keamanan saja. Dulu tidak ada yang mau berkenalan dengan saya, karena saya bukan siapa-siapa dan tidak punya apa - apa," katanya.

Ia berpesan kepada siswa dan rekan rekan seangkatannya agar terus bermimpi dan berdoa agar terwujud. Menjadi Pangdam III Siliwangi tidak pernah terbayangkan sebelumnya olehnya. 

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved