Kamis, 9 April 2026

Penemuan Mayat di Subang

Amalia Korban Subang ''Datangi'' Keluarga Lewat Cara Ini, Minta Dibacakan Yasin 40 Balikan

Polisi belum bisa mengungkap misteri kematian Tuti Suhartini (55) serta Amalia Mustika Ratu (23).

Editor: Giri
Tribun Jabar/Dwiky Maulana Vellayati
Iring-iringan masyarakat mengantar jenazah Tuti (55) dan Amalia (23) yang jadi korban perampasan nyawa di Dusun Ciseuti, Desa Jalan Cagak, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Kamis (19/8/2021). 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Subang, Dwiky Maulana Vellayati

TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Polisi belum bisa mengungkap misteri kematian Tuti Suhartini (55) serta Amalia Mustika Ratu (23). Ibu dan anak ini meninggal dunia dengan dugaan perampasan nyawa dan jasadnya ditemukan tertumpuk di bagasi Alphard, Rabu (18/8/2021).

Kasus itu terjadi di Kampung Ciseuti, Desa Jalan Cagak, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang.

Polisi sudah memeriksa 25 orang untuk mengungkap siapa pelaku sebenarnya.

Di tengah usaha polisi bekerja, Amalia ternyata "mendatangi" saudaranya.

Yeti Mulyati (60) yang merupakan kakak dari Tuti atau uwak Amalia, menceritakan, Amalia datang di mimpi kakak sepupu korban Tuti.

"Kalau saya pribadi belum pernah terbawa mimpi. Tapi kemarin saudara saya menelepon ke saya, katanya Amalia ada di dalam mimpinya," ucap Yeti di kediamannya, Minggu (29/8/2021).

Dalam mimpi saudara kakak sepupunya tersebut, Yeti menjelaskan, Amalia dengan wajah penuh darah meminta untuk keluarganya terus membacakan yasin selama 40 kali.

"Mimpinya ada kedatangan Amalia yang penuh darah katanya minta dibacakan surat yasin selama 40 balikan. Saya langsung ke rumah saudara saya dan langsung menggelar yasinan," tuturnya.

Yeti (65) kakak tertua dari Tuti korban perampasan nyawa di Subang saat ditemui di kediamannya, Senin (23/8/2021).
Yeti (65) kakak tertua dari Tuti korban perampasan nyawa di Subang saat ditemui di kediamannya, Senin (23/8/2021). (Tribun Jabar/ Dwiky Maulana Vellayati)

Yosef terpojok

Akibat kasus yang menimpa istri dan anaknya, Yosef merasa terpojok.

"Jelas Pak Yosef sangat down kondisinya saat ini soalnya kan dia merasa terpojok dengan kondisi pascaistri dan anaknya meninggal dunia secara tidak wajar itu," kata kuasa hukum Yosef, Rohman Hidayat, saat dihubungi TribunJabar.id melalui sambungan telepon, Minggu (29/8/2021).

Menurut Rohman, banyak asumsi-asumsi liar dari masyarakat saat ini yang mengaitkan kliennya sebagai terduga pelaku.

"Maka dari itu, tugas kita sebagai kuasa hukum yaitu mendampingi klien yang saat ini hanya menjadi saksi dari kasus ini," ujarnya.

Rohman juga menjelaskan, psikologis dari seseorang pada umumnya tentu akan terganggu apabila banyak pihak yang seperti memojokkan.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved