Senin, 11 Mei 2026

Puluhan Santri Terpapar Covid, Darul Arqam Beri Klarifikasi, Santri yang Terpapar Kondisinya Sehat

Klarifikasi Darul Arqam Garut mengenai puluhan santrinya terpapar Covid-19.

Tayang:
Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Sidqi Al Ghifari
Suasana Pondok Pesantren Darul Arqam yang berada di Jalan Ciledug, Kabupaten Garut, Jawa Barat. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pondok Pesantren Darul Arqam (PPDA) memberikan klarifikasi mengenai puluhan santrinya yang terpapar Covid-19.

Dalam rilis yang diterima TribunJabar.id dijelaskan kronologi terpaparnya para santri.

Menurut rilis yang ditandatangani Mudir PPDA Ayi Mukhtar, sebelum melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) Tahun Pelajaran 2021/2022, pihak PPDA sesuai dengan aturan SKB 4 menteri tentang pembelajaran di masa pandemi, terlebih dahulu melakukan survei surat kesediaan ke seluruh orang tua santri.

Setelah dilakukan rekapitulasi surat kesediaan orang tua didapat 93,70 persen orang tua setuju untuk melaksanakan PTM.

PTM di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Daerah Garut berdasar atas kesepakatan para orang tua santri. Apabila terjadi ada santri yang terpapar covid-19 akan diinformasikan kepada orang tua dan ditangani secara professional oleh pihak PPDA.

Para orang tua mendukung kebijakan dan langkah penangan yang dilakukan pondok, sebagai komintmen bersama dan bersepakat PTM TP 2021/2022 untuk tetap dilanjutkan.

Sebelum masuk pesantren seluruh santri wajib melaksanakan isolasi mandiri di rumah masing-masing selama 5 hari sesuai dengan gelombang kedatangan yang dimulai pada tanggal 19 Juli 2021.

Surat pernyataan isoman ini ditandatangani oleh orang tua santri.

Protokol kedatangan santri dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat, santri datang secara bertahap dan terjadwal sejak tanggal 24 Juli sampai dengan 10 Agustus 2021.

Tiap hari sekitar 100 orang santri datang ke pondok, dilakukan skrining kesehatan dan tes swab antigen terlebih dahulu oleh Tim Kesehatan Klinik Darul Arqam, sedangkan orang tua hanya menunggu di mobil.

Jika hasil swab negatif, santri diperbolehkan masuk asrama, barang bawaan disterilisasi dan orang tua dipersilahkan pulang.

Sementara bila ada santri yang hasil swab antigennya positif, akan diobati dan dipulangkan lagi untuk melakukan
isolasi mandiri di rumah. Selesai isolasi boleh kembali ke pondok dengan dites swab antigen terlebih dahulu di Pondok.

Pada saat kedatangan santri, didapatkan hasil swab antigen negatif sebanyak 1.224 orang dan positif 5 orang (dipulangkan dan isoman di rumah masing-masing).

Pada tanggal 23 Juli 2021 semua pegawai PPDA sebanyak 135 orang diswab antigen dan dinyatakan hasilnya negatif.

Kronologi Terpaparnya Santri dan Tracking oleh Tim Satgas Covid-19

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved