Breaking News:

Resepsi Dilarang di Masa PPKM, Jadi Salah Satu Penyebab Harga Cabai Anjlok

Harga cabai terus anjlok. Satu di antaranya karena hajatan dilarang saat PPKM.

Penulis: Firman Suryaman | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Firman Suryaman
Harga cabai di Pasar Induk Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, anjlok. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Harga cabai merah di Pasar Induk Cikurubuk anjlok hingga 100 persen sejak beberapa hari terakhir ini.

Anjloknya harga berbagai jenis cabai ini diduga karena sedang musim panen.

Sementara kebutuhan warga cenderung stagnan.

Sejumlah padagang sayuran, Rabu (25/8/2021), mengungkapkan, omzet penjualan cabai memang menurun sejak seminggu terakhir.

"Peminatnya pun menurun. Sementara cabai melimpah, akhirnya harga anjlok," ujar Ade (40), salah seorang pedagang.

Harga cabai rawit misalnya menurun drastis dari Rp 25.000 menjadi Rp 12.000 per kg, cabai rawit domba yang semula Rp 35.000 menjadi Rp 16.000 per kg.

Cabai hijau juga mengalami penurunan dan kini harganya jadi Rp 10.000 per kg. 

"Tidak adanya kegiatan resepsi pernikahan dan lainnya juga ikut mempengaruhi anjloknya harga cabai ini," kata Ade.

Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kota Tasikmalaya, M Firmansyah, membenarkan anjloknya harga cabai.

"Dari pemantauan di lapangan, anjloknya harga cabai akibat tidak seimbangnya pasokan dan kebutuhan. Pasokan jauh lebih banyak ketimbang kebutuhan," ujar Firmansyah.

Pihaknya berharap harga segera kembali pada posisi normal.

Baca juga: Petani di Cisarua Bandung Mengeluh, Ada Sayuran yang Harga Jualnya Rp 1.000 Per Kilo, Dampak PPKM

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved