Breaking News:

Warga Perumahan Mewah di Bandung Resah, Terancam Terusir dari Rumah, Developer Kalah Gugatan

Mereka resah karena terancam dari rumah yang kini dihuni setelah developer kalah gugatan.

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar / Nazmi Abdulrahman
Plang yang dipasang penggugat di perumahan Bandung City View 2 di Jalan Pasir Impun, Kelurahan Pasir Impun, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung. Penghuni perumahan mewah itu terancam terusir dari rumah yang mereka cicil. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Warga pemilik rumah di kompleks Bandung City View 2 di Jalan Pasir Impun, Kelurahan Pasir Impun, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung resah atas putusan pengadilan yang memenangkan pihak penggugat.

Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengaku, beberapa warga sudah memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM) atas rumah mereka.

"Warga sudah resah dengan masalah ini, karena sudah ada yang mau take over bank jadi tidak bisa, yang mau dijual apalagi, ada yang sedang membangun jadi masih SHGM karena ternyata belum bisa dijadikan sertifikat," ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya saat dihubungi, Senin (23/8/2021).

Menurut dia, pihak developer tidak terbuka terkait masalah ini.

Warga baru tahu developer digugat ke PTUN dan kalah dari penggugat belakangan ini.

"Developer tidak jujur, kalau dari awal bilang mungkin kita bisa ikut bantu. Sampai sekarang, dari awal kasus, warga tahunya dari PTUN ada informasi gugatan, bukan dari developer. Dari sana warga datang ke developer, jadi ada enam warga yang jadi tergugat intervensi I," katanya.

Warga, kata dia, sempat menggelar pertemuan dengan developer dan menuntut pertanggung jawaban dari developer jika nantinya pihak developer kalah saat banding atas putusan PTUN.

"Kalau kami kehilangan tanah dan rumah bagaimana tanggungjawabnya, developer, kan, bisa kabur. Kami ingin ada ganti sesuai harganya jika delepover kalah ditingkat hukum yang lebih tinggi, tapi mereka tidak menyanggupi," ucapnya.

Warga pun kini hanya bisa menunggu, tidak dapat berbuat apa-apa dan menyerahkan semuanya kepada developer dan kuasa hukumnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved