Breaking News:

Manfaat PPKM di Jabar Mulai Terasa, Tak Ada Zona Merah, Obyek Wisata Boleh Buka, Ini Syaratnya

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mulai mengizinkan obyek wisata bisa dibuka secara perlahan karena saat ini semua daerah di Jabar sudah masuk zona oranye.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Mega Nugraha
Biro Adpim Jabar
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat memimpin ucapara peringatan HUT Jabar ke-76 di Halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (19/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Gubernur Jabar Ridwan Kamil mulai mengizinkan obyek wisata bisa dibuka secara perlahan karena saat ini semua daerah di Jabar sudah masuk zona oranye atau risiko sedang penyebaran Covid-19.

Seperti diketahui, sejak PPKM Darurat hingga PPKM Level 4 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat hingga Level 4 yang diterapkan sejak 3 Juli lalu, seluruh objek wisata di Jawa Barat harus ditutup dalam rangka mendukung pemerintah untuk mengendalikan pandemi Covid-19.

Pria yang akrab disapa Emil ini, mengatakan, terkait pembukaan destinasi ini dilakukan secara gradual atau tetap ada pembatasan pengunjung 25 persen, termasuk pengecekan random sampling terhadap pengunjung.

"Karena Jabar sudah tidak lagi risiko tinggi, 100 persen sudah risiko sedang dan sebagian menuju risiko rendah, jadi sudah kami izinkan obyek wisata dibuka perlahan," ujar Ridwan Kamil saat meninjau sentra vaksinasi Covid-19 di Pusdikkav, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Minggu (22/8/2021).

Baca juga: Ribuan Pekerja Pariwisata di Bandung Barat Ditargetkan Bisa Divaksin Sebelum Obyek Wisata Dibuka

Jika hasil evaluasinya bagus, maka jumlah pengunjung akan dinaikan, sehingga pihaknya meminta semua pihak untuk mensukseskan, penerapan PPKM Level 4.

"Kalau evaluasinya bagus nanti dinaikan seiiring waktu, makanya sukseskan dulu PPKM ini. Sebuah pengorbanan dari warga ya, saya sudah monitor lahir batin," kata Emil.

Namun untuk waktu dan teknis pembukaan wisatanya, orang nomor satu di Jabar itu menyerahkan sepenuhnya kepada bupati dan wali kota karena bisa saja kebijakan teknisnya antar wilayah berbeda.

"Kalau gubernur lebih pada kebijakan koordinatif, kalau teknis itu ada pak bupati wali kota. Jadi mungkin nanti Bandung beda dengan Kabupaten Bandung Barat beda," ucapnya.

Sambil dibuka perlahan, pihaknya juga menyalurkan bantuan sosial tunai kepada puluhan ribu pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif di Jawa Barat.

"Seiring waktu, nanti bansosnya turun, aktivitasnya normal silakan berwisata, bergembira, berbahagia asal taat prokes," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved