Kamis, 30 April 2026

Liputan Khusus

Pengamen Boneka Penghasilannya Tak Menentu, Harus Dipotong Sewa Kostum Doraemon Rp 50.000

BOBI Setiawan menyewa kostum Doraemon dari seorang rekannya untuk menjalankan aksinya. Penghasilannya yang tidak seberapa harus dipotongnya untuk memb

Tayang:
Penulis: Shania Septiana | Editor: Januar Pribadi Hamel
TRIBUN JABAR/KEMAL SETIA PERMANA
PENGAMEN BONEKA - Pengamen boneka Pokemon mengamen di simpang tiga Jalan Supratman - Jalan Pahlawan, Kota Bandung. Pengamen berkostum karakter ini semakin menjamur di Kota Bandung. 

TRIBUNJABAR.ID - BOBI Setiawan menyewa kostum Doraemon dari seorang rekannya untuk menjalankan aksinya. Penghasilannya yang tidak seberapa harus dipotongnya untuk membayar sewa kostum sebesar Rp 50.000 per hari.

"Jadi banyangkan, jika kami dapat Rp100 ribu saja per hari, maka sebagiannya harus dipotong uang sewa, belum uang untuk makan, belum untuk bekal anak istri di rumah," katanya.

Elja Diraja (18), pengamen boneka lainnya, mengaku pendapatannya tidak pernah menentu. Namun, katanya, dia harus selalu menyisihkan uang untuk membayar sewa kostum yang ia pakai.

Pengamen boneka Pokemon mengamen di simpang tiga  Jalan Supratman - Jalan Pahlawan, Kota Bandung. Pengamen berkostum karakter ini semakin menjamur di Kota Bandung.
Pengamen boneka Pokemon mengamen di simpang tiga Jalan Supratman - Jalan Pahlawan, Kota Bandung. Pengamen berkostum karakter ini semakin menjamur di Kota Bandung. (TRIBUN JABAR/KEMAL SETIA PERMANA)

"Saya syukuri saja semua ini, meskipun kadang-kadang harus nombok uang sewa saat pendapatan sedang tidak bagus," katanya.

Pardi (50), pria asli Bandung, yang juga pengamen boneka, mengaku bisa  membawa pulang uang setidaknya Rp. 60.000 sampai Rp. 100 ribu.

Bermodalkan kostum boneka karakter beruang pinjaman dari kerabatnya sembari membawa pengeras suara kecil dengan iringan lagu dangdut, dia mulai menjadi pengamen karakter pada awal  2021.

Setiap hari di bawah terik matahari dan di tengah udara penuh debu, dia mesti sekuat tenaga bergoyang-goyang dan melambaikan tangan ke arah pengguna jalan.

"Kalau ada peluang usaha yang lebih baik saya pasti mau, tapi saat ini sepertinya mau jalani ini dulu," ujarnya.

Pardi menjelaskan, ada beberapa kriteria pengamen karakter, mulai milik sendiri, sistem bagi hasil atau menyewa boneka dari para pemilik boneka.

Baca juga: Pengusaha Kaca Mata Terpaksa Jadi Pengamen Boneka, Dampak Pandemi Covid-19

"Kalau beli itu saya pernah tanya lumayan sekitar Rp. 700 ribu sampe Rp. 1 juta. Sebetulnya kalau manjang saya pengennya beli tapi sekarang masih bagi hasil dulu," ucapnya.

Tak hanya untuk sewa, para pengamen boneka pun harus menahan panas dan berat kostum yang dipakai. Kostum boneka yang Bobi pakai misalnya, memiliki berat sekitar 4-5 kilogram.

Kostum Bobi akan bertambah berat jika terjadi hujan. Berat kostumnya bisa menjadi dua kali lipat.  "Setelah dua jam istirahat dulu, setelah istirahat turun lagi," katanya.

"Yang penting barokah dan tidak melakukan kejahatan. Saya mau memberi nafkah istri dan anak dengan uang yang barokah dan halal," katanya.

Sayangnya kehadiran mereka mulai agak tidak disukai masyarakat. Gara-garanya, beberapa waktu lalu, terjadi kasus pemukulan yang dilakukan oknum pengamen boneka kepada pengendara motor.

Baca juga: BERITA POPULER Foto-foto Pesta Lajang Rizky Billar Sebelum Nikahi Lesti Kejora

Menurut Bobi, setelah peristiwa pemukulan ini, pendapatan mengamennya sempat menurun dan membuatnya harus nombok uang sewa kostum.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved