Breaking News:

Dugaan Pemalsuan Kualitas Beras untuk Warga KPM, Dinas Sosial KBB: Tak Ada Pengurangan

Dinas Sosial KBB memanggil Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) setelah adanya dugaan pemalsuan kualitas beras untuk KPM dari program BPNT

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Siti Fatimah
istimewa
ilustrasi 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat (KBB), memanggil Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) setelah adanya dugaan pemalsuan kualitas beras dari Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Dugaan buruknya kualitas beras tersebut salah satunya diterima oleh sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di daerah Ciburuy, Kecamatan Padalarang, KBB dari keagenan dengan inisial CV TKJ setelah Tim Sapu Bersih Pungut Liar (Saber Pungli) Provinsi Jawa Barat melakukan investigasi ke lapangan.

Kepala Dinas Sosial KBB, Sri Dustirawati, mengatakan, pemanggilan terhadap para TKSK ini untuk melakukan klarifikasi dan menindaklanjuti hasil temuan tim Saber Pungli Jabar terkait adanya dugaan pemalsuan kualitas beras dari program BPNT.

Baca juga: Dibagikan untuk Warga KPM, Saber Pungli Jabar Temukan Dugaan Pemalsuan Kualitas Beras

"Sudah saya panggil untuk klarifikasi, selain itu saya juga turun ke lapangan. Mereka (TKSK) yang turun ke desa-desa dan KPM, kalau saya hanya ambil sempel saja," ujar Sri saat ditemui di kantornya, Senin (9/8/2021).

Dari hasil klarifikasi dan pengecekan ke lapangan, pihaknya memastikan tidak ada pemalsuan kualitas beras.

Hal ini, kata Sri, diperkuat setelah pihaknya berkomunikasi dengan pihak Bank yang ditunjuk pemerintah pusat untuk menyalurkan BPNT tersebut.

"Saya sudah telepon bosnya (bank penyalur), jadi enggak ada pengurangan kualitas maupun kuantitas," katanya.

Baca juga: Dedi Mulyadi Minta Bulog Segera Tarik dan Ganti Beras Bansos Buruk dengan Beras Kualitas Premium

Selain adanya dugaan pemalsuan beras, tim Saber Pungli Jabar juga menemukan komoditi telur yang harganya melambung tinggi. Harga eceran telur di pasar umum yang seharusnya Rp 22.500, namun supplier menghargakan ke agen dan KPM Rp 28.000 sampai dengan Rp.29.000.

"Enggak ada juga telur yang dijual sampai Rp 29.000. Saya sudah cek ke lapangan sama pak kabid, memang gak ada masalah. Beras bagus, dan telur juga sudah sesuai, termasuk barang-barang yang lainnya yang masuk BPNT," ucap Sri.

Diberitakan Tribun Jabar sebelumnya, Katim Tindak Saber Pungli Polda Jabar AKBP Zul Azmi membenarkan dugaan adanya temuan tersebut dan pihaknya akan terus melakukan pendalaman mengenai dugaan adanya penyimpangan-penyimpangan Program BPNT di KBB.

Baca juga: Bantuan 50 Ton Beras dari Sekretariat Kepresidenan Didistribusikan ke Masyarakat Kabupaten Cirebon

“Untuk memastikan supaya program BPNT lebih tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, tepat harga, tepat kualitas dan tepat administrasi. Jangan sampai ditemukan korupsi yang berpotensi menimbulkan kerugian negara yg sangat besar ini akibat banyaknya oknum yang bermain Dengan adanya temuan-temuan ini, Diharapkan KPK dan Mabes Polri turun melakukan penertiban," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun.

Dalam temuan ini, CV TKJ diduga hanya menjual karungnya saja yang sudah memiliki ijin kemas dan ijin edar dari Kementerian Pertanian  (Kementan), sedangkan berasnya bukan beras Premium sebagaimana tercantum di karung, tapi memakai beras lokal.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved