Rabu, 15 April 2026

Pemuda Ini Ciptakan Platform Edukasi dan Konseling Kesehatan BijakObat, Bisa Tanya Penggunaan Obat

Apoteker sekaligus influencer David Wijaya (25) membentuk sebuah platform BijakObat

dok.pribadi
Minimnya edukasi soal penggunaan obat oleh pasien membuat apoteker sekaligus influencer David Wijaya (25) membentuk sebuah platform BijakObat. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG -  Minimnya edukasi soal penggunaan obat oleh pasien membuat apoteker sekaligus influencer David Wijaya (25) membentuk sebuah platform BijakObat.

Pria lulusan ITB jurusan apoteker ini mengatakan, hadirnya BijakObat menjadi salah satu kontribusinya untuk kampusnya karena mendapatkan beasiswa penuh semasa kuliahnya.

Ia mengatakan saat ini masih sulit bagi masyarakat untuk mengakses informasi soal obat dan adanya kesulitan  untuk konsultasi ke dokter.

Selain itu di beberapa aplikasi, masyarakat pun harus membayar ketika mau berkonsultasi.

Namun di BijakObat, David mengatakan siapapun bisa bertanya melalui pesan di instagram.

Sebagai platform edukasi dan konseling kesehatan, kini BijakObat pun telah berkembang dan memiliki jumlah pengikut yang cukup banyak yaitu lebih dari 30.000.

Di masa pandemi, David melihat banyak info hoax yang beredar soal obat covid-19.

"BijakObat ini jadi solusi di tengah pandemi untuk menangkal info-info yang salah," ucapnya saat ditemui secara virtual, Sabtu (7/8/2021).

David mengatakan BijakObat ini tidak hanya memberikan edukasi untuk yang sedang isolasi mandiri saja.

Ia mengungkapkan cukup banyak juga ratusan pertanyaan yang masuk untuk masalah kesehatan covid dan kesehatan lain.

Adanya platform  lain untuk mengedukasi masyarakat soal obat, David berharap masyarakat bisa menemukan referensi baru ketika ingin tahu soal obat, bisa bertanya pada apoteker.

"Selama ini orang-orang ingetnya selalu tanya dokter, padahal ada profesi lain yaitu apoteker, " ujarnya.

David juga menjelaskan, banyak orang yang belum tahu untuk menyimpan obat yang baik meskipun caranya cukup sederhana.

Hal yang penting, kata David adalah obat disimpan di dalam kotak obat atau simpan dalam tempat yang sesuai dengan ketentuan.

"Obat ini kan ada yang disimpan di suhu sejuk, suhu ruang ada juga yang disimpan di suhu dingin. Cek selalu di kemasannya baiknya disimpan dimana. Hal yang tak kalah penting adalah jauh dari jangkauan anak-anak," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved