UPDATE Sumbangan Rp 2 Triliun Akidi Tio, Sudah Ngaku Salah, Kapolda Sumsel Diperiksa Enam Jam
Tim Wasriksus Itwasum Mabes Polri memeriksa Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri, buntut kasus sumbangan Rp 2 triliun dari keluarga mendiang Akidi Tio.
TRIBUNJABAR.ID,PALEMBANG- Tim Wasriksus Itwasum Mabes Polri memeriksa Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri, buntut kasus sumbangan Rp 2 triliun dari keluarga mendiang Akidi Tio.
Tim Itwasum Polri itu mulai masuk ke Mapolda Sumsel sekira sore pukul 15.00 dan keluar dari Gedung Mapolda Sumsel sekira pukul 21.00.
Dari Pantauan Tribun Sumsel di Mapolda Sumsel, Kapolda Irjen Eko Indra Heri tampak mengantar tim pemeriksa masuk ke dalam mobil dan memberi hormat pada mereka.
Seperti diberitakan, Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyebut Mabes Polri menurunkan Itwasum dan Propam Mabes Polri memeriksa Irjen Eko Indra Heri terkait gaduh sumbangan Rp 2 triliun dari keluarga Akidi Tio.
"Berkaitan dengan Kapolda Sumsel, ini dari Mabes Polri sudah menurunkan tim internal yaitu dari Irsus, Itwasum Mabes Polri dan dari Paminal Div Propam Polri," kata Argo dalam jumpa pers virtual, Rabu (4/8/2021).
Dalam pemeriksaan tersebut, difokuskan pada kejelasan dana sumbangan Rp 2 triliun tersebut.
"Tentunya ingin melihat kejelasannya seperti apa, kasusnya bagaimana dan itu adalah ranah daripada klarifikasi internal. Kita tunggu saja hasil daripada kegiatan penyelidikan dan pemeriksaan internal dari Mabes Polri," kata Irjen Argo Yuwono.
Minta Maaf dan Mengakui Salah
Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri mengakui lalai terkait sumbangan Rp 2 triliun sehingga berujung kegaduhan.
"Saya mohon maaf atas kegaduhan yang terjadi ini. Kegaduhan ini terjadi atas kelemahan saya sebagai individu yang tidak hati-hati," ujar Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri di Mapolda Sumsel, Kamis (5/8/2021).
Dia menerangkan, hal ini tidak akan gaduh jika dia berhati-hati saat mendapat informasi akan menerima sumbangan Rp 2 triliun.
"Kegaduhan terjadi karena kelamahan saya sebagai individu," katanya.
Sumbangan berawal saat Eko mendapat kabar dari Kadinkes Sumsel soal ada donatur yang akan memberi bantuan untuk penanganan Covid-19 melalui Hardi Darmawan, dokter keluarga Akidi Tio.
Disebutkan pula bahwa uang Rp 2 triliun tersebut berbentuk cek giro.
"Saya memang kenal dengan keluarga Akidi, khususnya Alm pak Akidi dan anak pertamanya Ahok ketika saya bertugas di Aceh Timur," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/jenderal-diperiksa.jpg)