Olimpiade Tokyo 2020
Tradisi Emas Bulutangkis Olimpiade Berawal di Barcelona 1992, Ini Kilas Baliknya
Indonesia berpeluang melanjutkan tradisi emas bulutangkis Olimpiade. Tim merah putih menempatkan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu di babak fi
Saat itu Taufik datang sebagai nonunggulan. Namun, dia berhasil melaju ke babak final, dan meraih emas setelah mengalahkan atlet Korea Selatan, Shon Seung Mo.
Di Olimpiade Beijing 2008, atlet bulu tangkis kembali berjaya. Kali ini giliran Markis Kido/Hendra Setiawan yang mempersembahkan emas.
Markis Kido/Hendra Setiawan menjadi juara setelah mengalahkan atlet Cina, Cai Yun/Fu Haifeng, melalui pertarungan rubber game, 12-21, 21-11, 21-16.
Sayang pada Olimpiade London 2012 cabang olahraga bulu tangkis tak mempersembahkan medali. Simon Santoso cs gagal total di London. Termasuk Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir pun gagal meraih medali.
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir balas dendam di Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Mereka berhasil mempersembahkan emas di sini, setelah gagal di London.
Pada Olimpiade Tokyo 2020 tradisi emas bulutangkis Olimpiade bisa berlanjut, andai Greysia Polii/Apriyani Rahayu menjadi juara laju ke final Olimpiade Tokyo 2020. (januar p hamel/berbagai sumber)
Tradisi Emas Bulutangkis Olimpiade
Olimpiade Barcelona 1992: Susy Susanti dan Alan Budikusuma.
Olimpiade Atlanta 1996: Ricky Subagja/Rexy Mainaky
Olimpiade Sydney 2002: Tony Gunawan/Candra Wijaya
Olimpiade Athena 2004: Taufik Hidayat
Olimpiade Beijing 2008: Markis Kido/Hendra Setiawan
Olimpiade London 2012: Tanpa emas
Olimpiade Rio de Janeiro 2016: Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir
Olimpiade Tokyo 2020: ????
Berita terkait kilas balik tradisi emas bulutangkis Olimpiade dan Olimpiade Tokyo 2020 bisa dilihat di sini.
VIDEO PILIHAN TRIBUN JABAR
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/greysia-poliiapriyani-rahayu-okay.jpg)