Minggu, 12 April 2026

Olimpiade Tokyo 2020

Tradisi Emas Bulutangkis Olimpiade Berawal di Barcelona 1992, Ini Kilas Baliknya

Indonesia berpeluang melanjutkan tradisi emas bulutangkis Olimpiade. Tim merah putih menempatkan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu di babak fi

Editor: Januar Pribadi Hamel
ALEXANDER NEMENOV / AFP
Atlet Indonesia Apriyani Rahayu (kanan) berusaha mengembalikan shuttlecock di sebelah Greysia Polii Indonesia dalam pertandingan semifinal bulu tangkis ganda putri melawan Shin Seung-chan dari Korea Selatan dan Lee So-hee dari Korea Selatan selama Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo pada 31 Juli 2021. 

Indonesia berpeluang melanjutkan tradisi emas bulutangkis Olimpiade. Tim merah putih menempatkan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu di babak final Olimpiade Tokyo 2020.

Apakah tradisi emas bulutangkis Olimpiade bisa berlanjut bagi kontingen Indonesia? Penentuannya bakal berlangsung Senin (2/8) pukul 11.50.

Greysia/Apriyani melaju ke final setelah mengalahkan wakil Korea Selatan, Lee Sohee/Shin Seungchan dengan skor 21-19. 21-17.

Di laga final, Greysia Polii/Apriyani Rahayu akan menghadapi wakil Cina, Chen Qing Chen/Jia Yi Fan yang sebelumnya sukses mengalahkan Kim Soyeoung/Kong Heeyong (Korea) 21-15, 21-11.

Tradisi Emas Bulutangkis Olimpiade

Indonesia mulai ikut menjadi peserta Olimpiade pada 1952 di Helsinki. Namun Indonesia baru bisa mendulang medali pada 1988 di Olimpiade Seoul. Di Seoul, Indonesia meraih medali perak melalui cabang olahraga panahan.

Saat itu trio Srikandi, yakni Lilies Handayani, Nurfitriyana Saiman, dan Kusuma Wardhani, berada di urutan kedua di bawah Korea Selatan sebagai juara. Dan satu strip di atas Amerika Serikat yang berhak dengan medali perunggu.

Setelah itu tradisi medali Indonesia pun terus berlanjut. Dan satu demi satu medali emas dipersembahkan para atlet bulu tangkis Indonesia.

Indonesia berhasil meraih medali emas pada Olimpiade Barcelona 1992. Di sana tim merah putih berhasil meraup dua medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu.

Medali-medali tersebut dipersembahkan atlet-atlet bulu tangkis Indonesia. Dua emas dipersembahkan Susy Susanti dan Alan Budikusuma.

Atlet bulu tangkis Indonesia kembali menyumbang medali pada Olimpiade Atlanta 1996. Kali ini, atlet bulu tangkis mempersembahkan satu medali emas, satu medali perak, dan dua medali perunggu.

Medali emas dipersembahkan Ricky Subagja/Rexy Mainaky yang mengalahkan ganda Malaysia Cheah Soon Kit/Yap Kim Hock (Malaysia) 5-15, 15-13, 15-12.

Tradisi emas cabang olahraga bulu tangkis terus berlanjut. Di Olimpiade Sydney 2002 giliran ganda putra Tony Gunawan/Candra Wijaya yang menyabet emas.

Di final Tony/Candra berhasil mengandaskan perlawanan Korea Lee Dong-soo/Yoo Yong-sung.

Di Olimpiade Athena 2004, atlet bulu tangkis Indonesia masih menjaga tradisi emas. Adalah Taufik Hidayat yang mempersembahkan emas buat Merah Putih.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved