Keluar Modal Besar, Petani Babat Tanaman Sawi, Tak Laku, Padahal Hasil Panen Bagus, Ini Penyebabnya
Petani sawi di Desa Kebonpedes Kabupaten Sukabumi membabat hasil tanamannya, karena tidak laku dipasaran.
Penulis: Dian Herdiansyah | Editor: Siti Fatimah
TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Petani sawi di Desa Kebonpedes Kabupaten Sukabumi membabat hasil tanamannya, karena tidak laku dipasaran.
Padahal, secara kualitas hasil sangat memuaskan.
Namun petani tidak bisa menjualnya akibat dampak diberlakukannya pembatasan kegiatan masyarakat.
Baca juga: Harga Sawi Anjlok, Petani Rugi Puluhan Juta, Satu Kilogram Cuma Rp 1000
Dadan Apriandani selaku Petani Sawi yang juga Kepala Desa Kebonpedes, mengaku prihatin atas kondisi perekonomian warga yang kian terpuruk dampak pandemi Covid-19.
"Di musim ini nyaris seluruh Petani mengaku gagal panen, alasannya bukan karena serangan hama atau rusaknya komoditas pertanian akibat cuaca buruk, tapi tidak ada harganya sama sekali," ujarnya, kepada Tribunjabar.id, Senin (2/8/2021).
Baca juga: Jus Sawi Putih Bisa Bantu Turunkan Tekanan Darah Tinggi, Begini Cara Membuatnya
Menurut Dadan, sebagai petani dalam menanam Sawi ini butuh modal besar, mulai dari perawatan, pemberian pupuk kendati harganya mahal, kerena langka.
"Kami pakai modal untuk bertani. Inilah dampak PPKM, para petani sangat menjerit sekali. Gagal panen harga pasaran (sayur) nol rupiah,". katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/petani-sedang-membabat-tanaman-sayuran-sawi-yang-tak-laku-dijual.jpg)