Kamis, 11 Juni 2026

Harga Sawi Anjlok, Petani Rugi Puluhan Juta, Satu Kilogram Cuma Rp 1000

Petani Pakcoy dan Sawi di Desa Kebonpedes Kabupaten Sukabumi menjerit akibat anjloknya harga jual di kebun.

Tayang:
Penulis: Dian Herdiansyah | Editor: Siti Fatimah
Petani Pakcoy dan Sawi di Desa Kebonpedes Kabupaten Sukabumi menjerit akibat anjloknya harga jual di kebun. 

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Petani Pakcoy dan Sawi di Desa Kebonpedes Kabupaten Sukabumi menjerit akibat anjloknya harga jual di kebun. Anjloknya harga tersebut, akibat terbatasnya pengiriman dalam situasi diberlakukannya PPKM Darurat secara nasional. Sehingga berdampak luar biasa bagi petani

Dadan Apriandani salah seorang petani Pakcoy dan Sawi di Desa Kebonpedes mengatakan, sebelum diberlakukannya PPKM Darurat, harga Pakcoy Lumayan tinggi. Namun saat diberlakukannya PPKM Darurat harganya drastis anjlok.

Baca juga: Sepekan Menjelang Iduladha, Harga Berbagai Sayuran Meroket di Sumedang

"Sebelum PPKM Darurat, harga Pakcoy itu di kebun dibeli Rp.5000/Kg sekarang Rp.1000/kg. Sedangkan Sawi sebelumnya Rp.4000/Kg, sekarang Rp.200/Kg. Ini kan sangat jauh drastis turunnya" ujar Dadan yang juga Kepala Desa Kebonpedes, Kepada Tribunjabar.id, Senin (19/7/2021).

Lanjut Dadan, Akibatnya dirinya mengalami kerugian sampai puluhan juta.

Baca juga: Pandemi Tak Kunjung Habis, Bisa Ganggu Kesehatan Mental, Buah dan Sayuran Ini Ampuh Redakan Stres

Apalagi yang ditanam oleh dirinya mencapai 3 hektar Pakcoy dan setengah hektar Sawi dengan modal awal mulai penanaman, perawatan hingga panen per hektarnya mencapai Rp.12.000.000.

"Tidak usah ditanya berapa puluh juta kerugiannya. Untuk buruh yang memanen saja Rp.500/kg. Jelas kerugiannya sangar besar" ujarnya.

Dadan menuturkan, kerugian akibat harga murah ini, karena terdampak PPKM bukan dirinya saja. Mungkin petani di daerah lainnya pun sama.

"Dampak PPKM Darurat ini sangat luar biasa dirasakan oleh petani. Lebih baik tidak dilanjutkan" katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved