Breaking News:

Pantai Balongan Indah Indramayu Merugi Sampai Rp 50 Juta Selama PPKM, APPI Berharap Adanya Stimulus

Minusnya keuangan Pantai Balongan karena untuk berhutang memenuhi kebutuhan hidup karyawan dan biaya pemeliharaan objek wisata.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Seli Andina Miranti
istimewa/Pantai Balongan Indah
Para pedagang dan pengelola wisata saat mengibarkan bendera putih di objek wisata Pantai Balongan Indah (Bali) Indramayu, Sabtu (31/7/2021) 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sangat dirasakan dampaknya oleh para pelaku pariwisata di Kabupaten Indramayu.

Asosiasi Pelaku Pariwisata Indramayu (APPI) berharap adanya stimulus dari pemerintah untuk membangkitkan kembali perekonomian.

Ketua APPI, Akso Surya Darmawangsa mengatakan, para pengelola maupun pedagang di objek wisata sudah tidak lagi memiliki modal untuk membuka usaha mereka.

"Modal habis semua, tabungan juga habis," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Minggu (1/8/2021).

Akso Surya Darmawangsa mengatakan, habisnya modal tersebut karena untuk bertahan hidup selama penerapan PPKM.

Selama PPKM itu, seluruh objek wisata wajib tutup sehingga tidak adanya pemasukan sama sekali.

Akso Surya Darmawangsa yang sekaligus pengelola objek wisata Pantai Balongan Indah bahkan menyampaikan, keuangan objek wisata yang dikelolanya saat ini anjlok dan minus sampai Rp 50 juta selama PPKM.

Baca juga: Ancaman PHK Massal Hantui Pekerja Sektor Pariwisata di Indramayu, Pengelola Tak Sanggup Menggaji

Minusnya keuangan Pantai Balongan karena untuk berhutang memenuhi kebutuhan hidup karyawan dan biaya pemeliharaan objek wisata.

Dalam hal ini, diakui Akso Surya Darmawangsa, selama PPKM, pihaknya memang mendapat perhatian dengan bantuan berupa sembako.

Hanya saja, sembako tersebut tidak cukup memenuhi kebutuhan, bantuan itu habis hanya dalam beberapa hari saja, tergantung jumlah anggota keluarga masing-masing karyawan.

"Bantuan sih ada dari Polres sampai 3 kali, terus dari kecamatan sekali untuk pengelola dan pedagang, tapi kan hanya cukup beberapa hari," ujarnya.

Menjelang berakhirnya PPKM pada 2 Agustus 2021 nanti, pihaknya pun berharap pemerintah bisa memberikan bantuan berupa modal untuk pengusaha yang terdampak PPKM.

"Modal sudah habis, bingung juga mau mulai usaha," ujarnya.

Baca juga: Tak Kuat Hadapi PPKM, Objek Wisata Pantai Bali Indramayu Kibarkan Bendera Putih Tanda Menyerah

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved