Breaking News:

Tips Membangun Usaha Online Jajanan Tradisional Ala Kyla Food, Bisa Bertahan Saat Pandemi

Bermula dari usaha rumahan, kini Kyla Food berhasil mengembangkan usahanya dengan jumlah penjualan puluhan ribu jajanan tradisional

Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Siti Fatimah
megapixl
ilustrasi bisnis online 

TRIBUNJABAR. ID, BANDUNG  - Memulai bisnis online dari nol tentu tidaklah mudah. Banyak hal yang perlu diperhatikan terutama konsisten soal rasa. 

Hal inilah yang dilakukan oleh pemilik Kyla Food, Galih Ruslan yang mengembangkan bisnis jajanan tradisional Jawa Barat yang dikemas secara instan. 

Bermula dari usaha rumahan, kini Galih berhasil mengembangkan usahanya dengan jumlah penjualan puluhan ribu jajanan tradisional. 

Baca juga: Sinergi Telkom & Media Group Perkuat Infrastruktur Digital Ekosistem Bisnis Media

Galih memberikan tips untuk berjualan online, hal yang utama adalah menyelesaikan masalah di sisi konsumen yaitu memberikan cita rasa yang sama untuk jajanan tradisional Jawa Barat. 

"Harus pintar membaca trend ke depan karena saat ini perubahan cepet banget di online. Cepat atau lambat semuanya akan beralih ke digital," ujar Galih yang ditemui secara virtual, Sabtu (30/7/2021). 

Apalagi kata Galih, di masa pandemi bisnis online harus bisa survive lebih lama.

Baca juga: Bisnis Restarurant Pemain Persib Ini Merugi, Zalnando; Orang Tuh Repot, Jalan Banyak Ditutup

Ia juga mengatakan banyaknya jajanan tradisional saat ini tak dipungkiri cukup banyak kompetitor. 

"Keunggulan Kyla Food adalah kami menjual barang yang cukup banyak dan rasanya otentik," ujarnya. 

Pria lulusan Sarjana Ekonomi ini mengatakan untuk makanan, kualitas rasa menjadi hal yang utama, karena jika pelanggan kecewa dengan rasa yang asal, maka tidak akan kembali membeli. 

"Kalau kualitas nggak dijaga hasilnya akan semua, orang akan kapok dan kasih testimoni negatif," ungkapnya. 

Dalam pembuatan bahan dari Kyla Food, Galih juga mengambil bahan lokal dari Subang. 

Ia berharap Kyla Food bisa menjajal seluruh Indonesia bahkan dunia, karena saat ini banyak permintaan dari luar negeri tetapi masih mengembangkan daya tahan produknya. 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved