AC Milan
Skuad AC Milan Sepanjang Era 1986-2017, Ada Kaka dan Shevchenko, Ibrahimovic Hanya Cadangan
Sebagai penggemar AC Milan, mustahil untuk memikirkan era Silvio Berlusconi tanpa memiliki kenangan indah tentang tangan kanannya, Adriano Galliani.
Penulis: Hermawan Aksan | Editor: Hermawan Aksan
Pada pertengahan hingga akhir 1990-an, datang George Weah, yang kemudian memenangi Ballon d'Or, menjadi pencetak gol terbanyak klub tiga musim berturut-turut.
Begitu juga pemain internasional Jerman Olivier Bierhoff dan akhirnya Andriy Shevchenko, pemain yang kemudian memenangi Player of the Year.
Jumlah uang yang dihabiskan tidak pernah benar-benar selangit, tidak di level Real Madrid, Barcelona, dan beberapa tim Liga Premier.
Namun rekor transfer Rossoneri dipecahkan ketika playmaker Rui Costa tiba.
Lalu ada pemain Italia seperti Alessandro Nesta (dari Lazio) ditambah Gennaro Gattuso dan Filippo Inzaghi.
AC Milan juga memiliki kecenderungan untuk mencari pemain Amerika Selatan juga, dengan banyak bintang Brasil bergabung, seperti Cafu, Thiago Silva, Alexandre Pato, Rivaldo, Ronalo, dan Ronaldinho, ditambah tentu saja Kaka yang ikonik dan legendaris.
Laman Sempre Milan pun memutuskan untuk mencoba dan mengkompilasi sebelas pemain terbaik yang direkrut Galliani (tanpa lulusan akademi seperti Franco Baresi, Paolo Maldini dkk.).
Inilah Skuad AC Milan periode 1986-2017 (4-4-2 berlian):
Kiper: Sebastiano Rossi
Belakang: Cafu, Alessandro Nesta, Thiago Silva, Marek Jankulovski
Tengah: Gennaro Gattuso; Clarence Seedorf, Ruud Gullit; Ricardo Kaka
Depan: Marco Van Basten, Andriy Shevchenko
Cadangan: Dida, Serginho, Marcel Desailly, Andrea Pirlo, Frank Rijkaard, Dejan Savicevic, George Weah, Filippo Inzaghi, Zlatan Ibrahimovic
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ricardo-kaka.jpg)