Breaking News:

Angka Perkawinan Anak Usia Dini di Majalengka Tinggi di Masa Pandemi Covid-19

LPAI Majalengka menyebut angka perkawinan anak pada usia dini di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, cukup tinggi pada masa pandemi Covid-19.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Giri
Istimewa
Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Majalengka menyebut angka perkawinan anak pada usia dini di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, cukup tinggi pada masa pandemi Covid-19. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Majalengka menyebut angka perkawinan anak pada usia dini di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, cukup tinggi pada masa pandemi Covid-19.

Ketua LPAI Majalengka, Aris Prayuda, menuturkan, tingginya kasus perkawinan anak pada usia dini tersebut menjadi salah satu perhatian tersendiri bagi LPAI Kabupaten Majalengka.

Dia mengatakan, banyak orang tua yang menganggap, menikahkan anak pada usia dini merupakan bagian dari solusi penyelesaian masalah ekonomi.

Disampaikannya, berdasarkan catatan LPAI Majalengka dari SIPP Pengadilan Agama Kabupaten Majalengka, dimulai masa pandemi pada tahun 2019, diperkirakan ada 127 dan tahun 2020 sebanyak 448, serta per Juni 2021 sebanyak 148.

"Jadi, total secara keseluruhan dari tahun 2019 hingga per Juni 2021, ada 723 orang yang melakukan permohonan dispensasi nikah anak," ujar Aris kepada media, Sabtu (31/7/2021).

Tak hanya itu, pihaknya juga sering menemukan ada pengasuhan dan pendidikan keluarga yang salah di tengah pandemi.

Ditemukan juga, banyaknya anak-anak yang bekerja akibat pandemi untuk memenuhi kebutuhan rumah.

Dia menjelaskan, perlu adanya sosialisasi terkait dampak dari perkawinan anak di usia dini.

Aris mengatakan, pihaknya akan melakukan penguatan sebagai langkah pencegahan perkawinan anak usia dini.

Baca juga: Tak Terima Ditegur Saat Mau Matikan Perapian, Pria di Sumba Timur Aniaya Empat Saudara, 1 Meningal

"Ini juga sekaligus harus menjadi perhatikan oleh Pemda Majalengka. Lantaran, tak hanya tingginya angka perkawinan usia dini, namun lebih mirisnya lagi banyaknya kekerasan anak yang tidak dilaporkan ke aparat hukum," ucapnya.

Oleh karena itu, Aris berharap pencapaian Kabupaten Layak Anak (KLA) tingkat Pratama tahun 2021 yang disandang Kabupaten Majalengka, tidak hanya sekadar evaluasi penilaian administratif semata. 

"Melainkan kita juga berharap, harus sejalan dengan kenyataan untuk mewujudkan Kabupaten Majalengka Layak Anak yang seutuhnya secara sistem," jelas dia. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved