Breaking News:

PT KAI Daop 3 Cirebon Perketat Syarat Naik Kereta Api Jarak Jauh Selama PPKM Level 4

Surat keterangan negatif Covid-19 itu berdasarkan hasil swab test PCR yang berlaku 2 × 24 jam dan rapid Antigen yang berlaku 1 × 24 jam.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Cirebon/ Ahmad Imam Baehaqi
Petugas saat mengecek persyaratan penumpang yang akan naik kereta api jarak jauh di Stasiun Cirebon, Jalan Inspeksi, Kota Cirebon, Selasa (28/7/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - PT KAI Daop 3 Cirebon memperketat persyaratan naik kereta api selama PPKM Level 4 diberlakukan di Kota Cirebon.

Manajer Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Suprapto, mengatakan, persyaratan itu harus dipenuhi para penumpang.

Sebab, menurut dia, PT KAI Daop 3 Cirebon selalu mendukung upaya pemerintah memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Bagi penumpang usia 18 tahun ke atas harus menunjukkan surat keterangan negatif Covid-19 dan telah divaksin minimal dosis pertama," ujar Suprapto saat ditemui di Stasiun Cirebon, Jalan Inspeksi, Kota Cirebon, Rabu (28/7/2021).

Ia mengatakan, surat keterangan negatif Covid-19 itu berdasarkan hasil swab test PCR yang berlaku 2 × 24 jam dan rapid Antigen yang berlaku 1 × 24 jam.

Bagi penumpang berusia 5 - 18 tahun tidak diwajibkan menunjukkan kartu vaksin Covid-19 tahap pertama.

Namun, mereka tetap harus menunjukan surat keterangan negatif Covid-19 dari hasil pemeriksaan swab test PCR atau rapid test Antigen.

"Untuk penumpang berusia di bawah lima tahun tidak diwajibkan swab test PCR atau rapid test Antigen, dan tidak perlu kartu vaksin Covid-19," kata Suprapto.

Baca juga: Update Covid-19 di Jawa Barat, Zona Merah Berkurang dari 21 Jadi 13 Daerah, Ini Daftarnya

Suprapto menyampaikan, bagi penumpang yang tidak atau belum divaksin Covid-19 dengan alasan medis diharuskan melampirkan surat keterangan dari dokter spesialis.

Mereka hanya diwajibkan menunjukkan surat keterangan negatif Covid-19 dari hasil pemeriksaan swab test PCR atau rapid test Antigen.

Selain itu, kondisi para penumpang harus sehat, tidak menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare, demam, dan suhu tubuhnya tidak lebih dari 37,3 derajat celcius.

Bahkan, selama perjalanan pun tidak diperkenankan berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon atau secara langsung.

"Para penumpang wajib menggunakan masker kain tiga lapis atau masker medis yang menutupi hidung dan mulut," ujar Suprapto.

Baca juga: Daftar Zona Merah di Jawa Barat Pekan Ini, Berkurang Jadi 13 Daerah

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved