Breaking News:

Masyarakat Nilai Tidak Efektif, Pemkab Sumedang Akan Evaluasi Sistem Ganjil-Genap Pada PPKM Level 4

Pemerintah Kabupaten Sumedang memberikan sinyal akan mengevaluasi penerapan ganjil-genap di Pusat Kota  Sumedang pada penerapan PPKM level 4.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Darajat Arianto
Tribun Jabar/Kiki Adriana
Aparat Kepolisian Resor Sumedang tengah melakukan penyekatan di perempatan RSUD Sumedang, Selasa (27/7/2021) 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Pemerintah Kabupaten Sumedang memberikan sinyal akan mengevaluasi penerapan ganjil-genap di Pusat Kota  Sumedang.

"Saya sudah berbicara dengan Pak Bupati, dan Pak Bupati pun sudah mendengar feed back dari masyarakat, nanti Pak Bupati akan evaluasi dan akan berbicara dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumedang," ucap Sekretaris Daerah Sumedang, Herman Suryatman saat ditemui TribunJabar.id, di ruang kerjanya, Rabu (28/7/2021) malam.

Menurut Herman, dalam setiap kebijakan pasti akan ada dampaknya, dan semua kebijakan pasti akan menimbulkan pro dan kontra. Jadi, kata Herman, kritikan yang dilontarkan masyarakat merupakan hal yang sangat wajar.

Meski begitu, kata dia, kebijakan ganjil genap tersebut bertujuan untuk kebaikan bersama, dan tidak ada sedikit pun niatan yang lain.

"Penerapan ganjil genap ini merupakan ikhtiar untuk masyarakat, dan niat kami ini untuk memastikan penerapan PPKM level 4 ini efektif. Sumedang kan PPKM Level 4, dan bagaimana caranya agar bisa turun ke level 3 hingga ke level 2, dan jika dalam praktiknya ada pro dan kontra, secepatnya akan  dibicarakan dengan Forkopimda dan akan dicarikan solusinya," tuturnya.

Meski begitu, Herman meminta maaf kepada masyarakat Sumedang yang merasa tidak nyaman dengan penerapan ganjil genap ini.

"Kami mohon maaf kepada masyarakat yang mungkin kurang nyaman dengan kebijakan ganjil-genap ini. Kebijakan ini sebenarnya untuk kebaikan masyarakat, dan kewajiban pemerintah melindungi masyarakatnya," kata Herman, menambahkan.

Diberitakan sebelumnya, penerapan sistem ganjil-genap di Sumedang pada masa PPKM Level 4 dibanjiri kritikan dari warga. Bagaimana tidak, kota kecil di Jabar, memberlakukan ganjil genap.

Warga menilai kebijakan tersebut tidak efektif sebab kebijakan tersebut menimbulkan kemacetan di jalur alternatif di kawasan pusat kota Sumedang.

"Iya pascaditerapkannya sistem ganjil genap, arus lalu lintas di kawasan Talun tersendat. Macetnya parah," ujar Agus Rusdiana (36) seorang pemotor asal kecamatan Ganeas kepada TribunJabar.id, Selasa (27/7/2021). (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved