Ade Resky Dwicahyo, Pebulutangkis Indonesia yang Bela Azerbaijan di Olimpiade Tokyo 2020

Menariknya,Azerbaijan di ajang bulutangkis Olimpiade Tokyo 2020, menurunkan satu pebulutangkis asal Indonesia, Ade Resky Dwicahyo.

Penulis: Mega Nugraha | Editor: Mega Nugraha
PBSI/Kompas.com
Ade Resky Dwicahyo saat masih membela tim junior Indonesia. Kini, Ade Resky siap tampil di Olimpiade bersama Azerbaijan.(PBSI) 

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG- Azerbaijan, sebuah negara di perbatasan Eropa dan Asia Barat, turut berlaga di bulutangkis Olimpiade Tokyo 2020.

Menariknya, negara itu, di ajang bulutangkis Olimpiade Tokyo 2020, menurunkan satu pebulutangkis tunggal putra asal Indonesia, Ade Resky Dwicahyo yang berlaga di tunggal putra.

Dia masih muda, berusia 23 tahun kelahiran Kendari, Sulawesi Tenggara. Ade Resky Dwicahyo sendiri menduduki peringkat 80 dunia.

Di ajang Olimpiade Tokyo 2020, Ade Resky Dwicahyo tergabung dalam grup L bersama Denmark yang diwakili Andres Antonsen, peringkat 3 dunia. Lalu ada Nyuyen Tien Minh dari Vietnam peringkat 60 dunia.

Baca juga: Bulutangkis Olimpiade Tokyo, Herry IP Ungkap Sebab Kekalahan Marcus/Kevin dari Ganda Putra Taipei

Pada laga pertamanya, Ade Resky berhasil mengalahkan Nguyen Tien Minh pada Selasa (27/7/2021) dengan skor 21-14 dan 21-18.

Ade akan menghadapi pebulutangkis Denmark peringkat 3 dunia Andres Antonsen pada Rabu (28/7/2021).

Profil Ade Resky Dwi Cahyo

Ade Resky merupakan pria asal Kendari Sulawesi Tenggara. Dia merupakan eks anggota tim bulutangkis junior Indonesia dan sempat memperkuat Indonesia di Kejuaraan Asia Junior dan Kejuaraan Dunia Junior pada 2016.

Sejak 2018, dia bergabung dengan tim bulutangkis Azerbaijan karena persaingan ketat di Pelatnas PBSI. Hingga akhirnya, dia mendapat tawaran dari Azerbaijan dan menerimanya. Selama 3 tahun terakhir memperkuat Azerbaijan, dia mengaku bisa lebih berpresitasi di ajang internasional.

“Azerbaijan bagus untuk saya, mereka meminta saya bermain. Banyak teman saya pergi ke negara lain, sebagai sparring partner atau sebagai pelatih. Tapi saya ingin terus bermain karena saya masih muda dan saya bisa berkembang,” kata Dwicahyo dikutip dari laman resmi BWF.

Ketatnya persaingan di Pelatnas PBSI membuatnya memperkuat negara lain. Ia beralasan masih muda dan di meyakini bisa lebih berprestasi.

“Kami memiliki banyak pemain di Indonesia, dan saya tidak pernah bisa menjadi No.1 di antara junior, jadi saya tidak bisa membuat tim nasional senior. Salah satu pelatih saya bertanya apakah saya ingin pergi ke negara lain untuk bermain. Saya menerima dan sekarang saya di Azerbaijan," kata dia.

Olimpiade Tokyo jadi ajang olimpiade pertamanya dan dia memulainya dengan baik saat mengalahkan pebulutangkis asal Vietnam.

“Ini adalah Olimpiade pertama saya. Keluarga saya sangat bahagia. Saya bermimpi bahwa saya bisa pergi ke Olimpiade, dan sekarang saya di sini. Federasi saya sangat senang karena kami telah bekerja keras selama dua tahun. Dan sekarang kami berhasil, kami lolos ke Olimpiade," ucap dia.

Langsung Hadapi Pebulutangkis Tunggal Putra Nomor 3 Dunia

Malam nanti, Ade Resky akan langsung menghadapi Andres Antonsen dari Denmark.

“Dia pemain top. Untuk besok, saya hanya akan memainkan apa yang saya miliki, dan saya akan melakukan yang terbaik, mencoba teknik saya. Saya tidak ingin memikirkan menang atau kalah," kata dia.

Melihat permainannya saat melawan Vietnam, dia bertipikal tunggal putra penyerang dan dia sangat mengidolakan pebulutangkus Lee Chong Wei.

“Saya memiliki gaya menyerang. Saya selalu suka bermain seperti itu. Tumbuh dewasa, idola saya adalah Lee Chong Wei, saya menyukai gaya dan gerakan dan gerak kakinya, ”kata Dwicahyo.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved