Breaking News:

PPKM Darurat

Makan di Tempat hanya Boleh 20 Menit, Aturan PPKM Level 4 Dirasa Memberatkan Pedagang Warteg

Menurutnya, aturan tersebut sulit untuk diterapkan. Sebab, kata dia, pembeli biasanya tak hanya datang untuk makan tapi juga beristirahat

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Nazmi Abdurrahman
Rizki Arfian pemilik Warteg Bahari Tulen di Jalan LRRE, Martadinata, Kota Bandung 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Aturan Pemerintah yang mengharuskan warteg melayani pelanggan makan di tempat selama 20 menit terasa memberatkan para pedagang.

Dalam peraturan wali kota (Perwal) terbaru, nomor 78 tahun 2021 tentang perubahan atas Perwal 77 tahun 2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat level 4 pasal 13 poin tujuh disebutkan pelaksanaan kegiatan warung makan/warteg pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya dapat melayani makan di tempat dengan ketentuan paling banyak tiga orang pengunjung dan waktu makan paling lama 20 menit.

Rizki Arfian pemilik Warteg Bahari Tulen di Jalan LRRE, Martadinata, Kota Bandung, mengaku sudah tahu aturan baru yang di keluarkan pemerintah.

Menurutnya, aturan tersebut sulit untuk diterapkan. Sebab, kata dia, pembeli biasanya tak hanya datang untuk makan tapi juga beristirahat sehingga membutuhkan waktu lebih dari 20 menit.

"Ya, kalau masalah itu tergantung orangnya mau atau enggak (dibatasi waktunya) karena kan biasanya kalau makan sambil istirahat," ujar Rizki, saat ditemui, Selasa (27/7/2021).

Selama ini, kata dia, warungnya yang berada di pusat kota selalu menjadi tempat makan dan beristirahat para driver ojek online. Sehingga, kata dia, waktu 20 menit tidak akan cukup.

"Kalau 20 menit kayanya cuma makan," katanya.

Menurut pantauan, warteg milik Rizki tersebut sudah menerapkan jarak untuk para pelanggannya. Ia pun membatasi pelanggan maksimal tiga orang, bergantian jika ingin makan di tempat.

Baca juga: PPKM di Kunuingan Diperpanjang, Persyaratan Akad Nikah Diperketat? Hanya Bisa Dihadiri 6 Orang

Meski tetap buka selama penerapan PPKM darurat, Rizki mengaku usahnya ikut terdampak.

Biasanya, dalam sehari dirinya bisa memperoleh penghasilan Rp 3 juta, kini hanya Rp 1,5 hingga Rp 2 juta perhari.

Dia pun berharap PPKM tak lagi diperpanjang oleh pemerintah dan angka kasus harian di Kota Bandung dapat segera terkendali.

"Kalau harapan sih biar PPKM selesai. Warteg juga kena dampak juga," ucapnya.

Baca juga: Bentuk Frustasi PPKM Diperpanjang, Pengelola Wisata di Majalengka Kibarkan Bendera Putih

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved