Breaking News:

Resepsi Pernikahan dan Ratusan Kerumunan di Bandung Barat dan Cimahi Dibubarkan Polisi Selama PPKM

Dua acara resepsi pernikahan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) dibubarkan polisi selama Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Siti Fatimah
Istimewa/Dok Polsek Cibalong.
ilustrasi Petugas saat membubarkan pernikahan 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Dua acara resepsi pernikahan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) dibubarkan polisi selama Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang diterapkan sejak 3-20 Juli dan PPKM Level 3 sejak 20-25 Juli 2021.

Pembubaran yang dilakukan dengan dibantu petugas Satpol PP dan anggota TNI itu karena pihak penyelenggara dalam resepsi pernikahan tersebut melanggar aturan PPKM seperti mengadakan hiburan yang mengundang kerumunan.

Kasat Sabhara Polres Cimahi, AKP Duddy Iskandar, mengatakan, untuk dua acara resepsi pernikahan yang telah dibubarkan itu yakni di wilayah Kecamatan Cisarua, dan Kecamatan Padalarang, KBB.

Baca juga: Hari Ini Akhir PPKM Level 4 Tapi Kasus Harian Covid-19 Masih Tinggi, PPKM Diperpanjang?

"Dua acara resepsi pernikahan itu dibubarkan karena selama PPKM Darurat maupun PPKM Level 3-4 dilarang mengadakan hiburan dan tamu undangan juga maksimal 30 orang," ujarnya saat dihubungi Tribun Jabar melalui sambungan telepon, Minggu (25/7/2021).

Terkait sanksi bagi penyelenggara pernikahan tersebut, kata Duddy, langsung ditindaklanjuti oleh petugas Satpol PP KBB untuk dikenakan sanksi yang biasanya berupa sanksi denda.

"Selain dilakukan pembubaran, mereka juga diberikan surat untuk mengikuti sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring), sehingga untuk dendanya ditentukan oleh hakim," kata Duddy.

Selain resepsi pernikahan, pihaknya juga sudah 713 kali membubarkan kerumunan warga yang nongkrong di wilayah KBB dan Kota Cimahi, baik saat PPKM Darurat maupun saat penerapan PPKM Level 3-4.

Baca juga: Polisi Ringkus Dua Orang Diduga Penghasut Unjuk Rasa Tolak PPKM Darurat

Duddy mengatakan, kerumunan yang dibubarkan itu yakni warga yang sedang nongkrong di kafe ataupun tempat makan karena selama PPKM diterapkan, dilarang makan di tempat atau harus menerapkan sistem take away. 

"Ada juga kerumunan anak muda yang telah kami bubarkan karena mereka nongkrong rame-rame di tempat umum saat kegiatan PPKM," ucapnya.

Selama melakukan pembubaran baik resepsi pernikahan maupun kerumunan, pihaknya tetap menunjukan sikap yang humanis untuk menghindari gesekan antara petugas dan para pelanggar tersebut.

"Seperti pada resepsi pernikahan, kami datang ke sana, kemudian ketemu dengan penyelenggaranya. Terus kami sampaikan terkait aturan PPKM dan mereka menerima meskipun diberikan tindakan Tipiring," kata Duddy. 

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved