Dedi Mulyadi Bagi-bagi Uang ke PKL yang Masih Buka Malam Hari Supaya Pulang dan Tidak Dirazia PPKM

Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang masih buka lebih dari jam 20.00 di Purwakarta kaget bukan main saat Dedi Mulyadi mendatangi mereka

Penulis: Mega Nugraha | Editor: Mega Nugraha
Istimewa/Dedi
Sejumlah PKL di Purwakarta terima uang dari Dedi Mulyadi agar segera menutup usahanya karena melewati batas waktu operasional PPKM Level 4 

TRIBUNJABAR.ID,PURWAKARTA- Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang masih buka lebih dari jam 20.00 di Purwakarta kaget bukan main saat Dedi Mulyadi, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI datang ke tempat jualan mereka.

Para PKL ini ketakutan karena menyangki Dedi Mulyadi datang bersama sejumlah petugas Satpol PP dan Polres Purwakarta untuk merazia PKL karena masih beroperasi lewat pukul 20.00 saat masa pemberlakuam PPKM Level 4.

Namun setelah diajak berbicara dan diedukasi mengenai pandemi para pedagang merasa lega karena itu bukan razia. Meski begitu, Dedi meminta mereka untuk tutup dulu karena waktu usaha mereka sudah melewati pukul 20.00.

"Dagangannya belum habis pak, kalau enggak habis enggak dapat uang buat ke rumah," ujar salah seorang pedagang nasi goreng di Jalan Ibrahim Singadilaga, seperti dilihat di Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel.

Dedi Mulyadi memahami kesulitan para pedagang dan juga memahami program pemerintah selama PPKM Darurat.

Baca juga: Bebas dari Covid-19, Pasangan di Majalengka Ini Nikah di Masa PPKM, Tetap Bersyukur meski Sederhana

"Ini saya beli semua yang sisa. Berikan kepada orang yang mau, gratis. Saya tambahin untuk modal besok jualan. Sekarang pulang sudah malam," ujar Dedi kepada seorang pedagang.

Terpantau ada lebih dari 10 pedagang yang terkena 'razia' Dedi Mulyadi. Mereka rata-rata para penjual makanan yang biasa mulai berdagang pada malam hari dan pulang setelah dagangannya habis.

Seorang pedagang bakso ikan yang ditemui Dedi juga sempat ditegur. Pedagang tersebut terbiasa berjualan mulai waktu magrib atau sekitar pukul 18.00 WIB dan pulang pukul 22.00 WIB saat dagangan habis.

"Alhamdulillah diborong Pak Dedi. Tadi sisa setengah lagi disuruh dibagikan ke orang-orang. Terus tadi ditambahin uangnya buat modal besok dagang. Tadi disuruh dagang mulai sore biar gak kemalaman, besok saya coba. Biar enggak kena razia juga," ujar pedagang itu.

Warga yang Punya Rejeki Tidak Ada Salahnya Berbagi Rejeki

Dedi Mulyadi menyebut bahwa penularan virus corona saat ini sudah memasuki level desa.  Dedi menilai pandemi ini bermula dari interaksi yang terjadi dengan negara luar. Selanjutnya Covid-19 di perkotaan tersebar ke berbagai daerah hingga pedesaan dengan sejumlah cara.

"Salah satunya adalah orang desa yang kerja di kota atau orang kota yang berkunjung atau berlibur ke desa," ucap Dedi.

Soal PPKM Level 4, Dedi memahami kesulitan pedagang yang biasa buka malam hingga dini hari namun kini dilarang karena pemberlakuan PPKM Darurat. Dedi juga memahami cara pemerintah untuk mengurangi penularan virus corona dengan membatasi aktifitas masyarakat.

"Tapi harus dipahami juga bahwa mereka yang sekarang tidak bisa jualan malam hari, harus ditanggung juga. Syukur-syukur pedagang ini terdaftar di daftar penerima bantuan sosial pemerintah. Jika tidak, siapa yang menanggung," katanya.

Dia memahami pandemi Covid-19 harus dicegah dengan bersatunya rakyat dan pemerintah. Namun, ia menekankan soal pentingnga memenuhi kebutuhan dasar warga.

Baca juga: Kapolres Sukabumi Kota Tegaskan Tak Tangkap Mahasiswa yang Akan Demo, Ini Penjelasan Sumarni

"Kalau pemerintah tidak bisa mengcover kebutuhan dasar semua warga negara yang terdampak, saya sih apresiasi ya bagi warga yang punya rejeki lebih, untuk berbagi sedikit uang dengan para pedagang yang biasa jualan hingga malam hari tapi kini tidak bisa jualan. Itung-itung ibadah," katanya.

Selain Dedi Mulyadi yang bagi-bagi uang pada warga, tercatat ada Doni Salmanan hingga Ustaz Ujang Bustomi yang juga membagikan uang. Namun kata Dedi, baiknya pembagian uang itu terfokus pada pelaku usaha yang benar-benar terdampak.

"Seperti pada warga yang biasanya jualan hingga malam hari namun kini tidak bisa. Itu harus dibantu karena benar-benar kehilangan pencarian," ucap dia.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved