Breaking News:

Pemuda Bawa Bom Molotov saat Demo Tolak PPKM di Bandung Diperiksa Polisi, Masih Di Bawah Umur

Satu remaja yang kedapatan membawa bom molotov saat demo menolak PPKM Darurat di Bandung kemarin masih menjalani pemeriksaan

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Siti Fatimah
TRIBUN JABAR / NAZMI ABDURRAHMAN
ilustrasi Ratusan pemuda yang mengikuti aksi unjuk rasa menolak PPKM darurat di Balai Kota Bandung diamankan Polisi, mereka diduga menjadi perusuh dalam aksi tersebut. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Satu remaja yang kedapatan membawa bom molotov saat demo menolak PPKM Darurat di Balai Kota Bandung kemarin, masih menjalani pemeriksaan di Mapolrestabes Bandung, Kamis (22/7/2021).

Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Adanan Manopang mengatakan, total ada enam orang yang diamankan terkait kepemilikan bom molotov tersebut.

Baca juga: Ratusan Pengunjuk Rasa yang Bikin Rusuh pada Demo Menolak PPKM Darurat Dipulangkan Polisi

"Total ada enam yang diamankan, lima sebagai saksi dan satu terbukti, karena dibawa umur dikenakan UU Perlindungan anak," ujar Adanan, saat dihubungi Kamis (22/7/2021). 

Demo atau unjuk rasa hari ini di Balai Kota Bandung setelah ada pengumuman perpanjangan PPKM.
Demo atau unjuk rasa hari ini di Balai Kota Bandung setelah ada pengumuman perpanjangan PPKM. (Instagram/infobandungkota)

Selain itu, kata dia, hasil dari swab antigen yang dilakukan kepada ratusan massa aksi yang diamankan kemarin, ditemukan tujuh orang reaktif Covid-19.

Baca juga: Headline Tribun Jabar, Perusuh Bawa Bom Molotov, Unjuk Rasa Penolakan PPKM Darurat Ricuh

"Ya, tujuh orang yang positif itu sudah dipulangkan untuk menjalani isolasi mandiri," katanya.

Pun demikian dengan massa yang lainnya, kata Adanan, sudah dipulangkan ke rumah masing-masing.

Massa aksi yang melakukan aksi unjuk rasa di Balai Kota Bandung, Rabu (21/7/2021).
Massa aksi yang melakukan aksi unjuk rasa di Balai Kota Bandung, Rabu (21/7/2021). (Tribun Jabar/Deni Denaswara)

Baca juga: Tiga Perusuh di Unjuk Rasa Protes PPKM Darurat di Bandung Tertular Virus Corona

Sebelum dipulangkan, massa yang didominasi pelajar usia remaja itu telah menjalani pendataan.

Seusai unjuk rasa kemarin, ada sekitar 170 orang terdiri dari pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) dan pengangguran yang diamankan polisi karena diduga menjadi perusuh serta merusak fasilitas publik saat unjuk rasa menolak PPKM darurat.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved