Idul Adha 2021
Kenapa Dilarang Berpuasa pada Hari Tasyrik? Ini Amalan yang Baik Dilakukan di Hari Tasyrik
Apa saja amalan yang baik dilakukan pada Hari Tasyrik setelah Hari Raya Idul Adha?
TRIBUNJABAR.ID - Apa saja amalan yang baik dilakukan pada hari Tasyrik setelah Hari Raya Idul Adha?
Namun, Umat Islam dilarang melakukan puasa selama Hari Tasyrik.
Nah, arti hari Tasyrik adalah tiga hari setelah Idul Adha, yakni tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.
Di hari itu, umat Islam merayakan kemenangan dengan makan dan minum sehingga dilarang berpuasa.
Dikutip dari Tribunnews, dalam Buku Panduan Lengkap Ibadah Muslimah, Ustaz Muhammad Syukron Maksum menjelaskan tentang larangan puasa di Hari Tasyrik.
Berdasarkan sebuah hadist yang diriwayatkan Abu Hurairah r.a. :
"Bahwasanya Rasulullah saw. mengutus Abdullah Bin Hudzafah berkeliling Mina untuk menyampaikan: Janganlah kamu berpuasa pada hari ini, karena ia merupakan hari makan minum dan mengingat Allah Azza wa Jalla." (HR. Ahmad)
Dengan demikian, seseorang yang biasa melakukan Puasa Sunnah Senin Kamis atau Puasa Daud, dilarang berpuasa ketika bertepatan pada Hari Tasyrik.
Baca juga: Apa Arti Hari Tasyrik? Tiga Hari Dilarangnya Berpuasa, Waktu yang Tepat untuk Berzikir dan Bersyukur
Setelah tanggal 13 Dzulhijjah, Muslim baru dapat melanjutkan berpuasa sunnah.
Kendati demikian ibadah sunah masih bisa dilaksanakan pada Hari Tasyrik.
Ibadah sunah tidak hanya puasa, masih banyak amalan sunah yang bisa dilakukan umat Islam.
Berikut ini penjelasan empat amalan di Hari Tasyrik oleh M Hasbullah Agus Sumarno, Penyuluh Agama Islam Kemenag Surakarta dalam tayangan Tanya Ustaz di kanal YouTube Tribunnews.com.

1. Bersyukur
Rezeki yang diberikan Allah SWT sepatutnya disyukuri. Rezeki tidak hanya berupa uang dan materi namun bisa berupa kesehatan dan perlindungan.
Sesuai firman Allah SWT: