Breaking News:

Tak Ada Lagi Kecamatan Zona Hijau Covid-19 di Purwakarta, Sebelumnya Sempat Ada 3 Kecamatan

Tiga Kecamatan yang sempat berada di zona hijau yakni, Kecamatan Sukasari, Kecamatan Maniis, serta Kecamatan Kiarapedes,

Penulis: Dwiky Maulana Vellayati | Editor: Seli Andina Miranti
Dok. Diskominfo Kabupaten Purwakarta
Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika (tengah), saat menerima kunjungan PMI Jawa Barat. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Purwakarta, Dwiky Maulana Vellayati

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menyebut, saat ini seluruh Kecamatan di Kabupaten Purwakarta sudah tidak ada lagi zona hijau seperti sebelumnya.

Sebelumnya, terdapat tiga Kecamatan di Kabupaten Purwakarta yang berada di zona hijau, yang artinya tidak terdapat kasus positif Covid-19 di tiga wilayah tersebut.

"Tiga kecamatan kemarin tiga hari berada zona hijau walaupun hari ini masuk lagi zona oranye dan merah, jadi pada hari ini Purwakarta 21 juli 2021 itu seluruh kecamatan tidak ada zona hijau, Sukasari, Maniis, Kiarapedes, kembali ke zona orange dan merah," kata Anne saat selesai menggelar rapat paripurna di gedung DPRD Kabupaten Purwakarta, Rabu,(21/7/2021).

Tiga Kecamatan yang sempat berada di zona hijau yakni, Kecamatan Sukasari, Kecamatan Maniis, serta Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta, yang saat ini sudah kembali memiliki kasus Covid-19.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, kasus aktif di Kecamatan Sukasari 5 orang, Kiarapedes 4, dan Kecamatan Maniis sebanyak 23 orang.

Sebelumnya, Anne menyampaikan, Kecamatan Sukasari dan Maniis zona hijau penyebaran Covid-19 terhitung13 Juli 2021. Hal itu merupakan kabar baik karena adanya progres dalam penanganan pandemi Covid-19.

Baca juga: Pasokan Oksigen di RS Holistic Purwakarta Sempat Habis, Tiga Pasien Covid-19 Meninggal Dunia

Sementara itu, tambah Anne, angka kematian di Purwakarta juga masing tinggi, meski keterisian tempat tidur atau BOR sudah turun namun dirasa masih tinggi karena dipengaruhi pasien asal luar kota.

"Sangat sulit memang menghindari BOR turun karena rumah sakit tidak boleh menolak pasien dari luar kota," ujarnya.

Baca juga: Polda Jabar Ungkap Penimbun Obat Covid-19, Dijual Tanpa Resep Dokter, Harga Lebih Mahal

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved