Breaking News:

Hari Ini 327 WNI Ibadah Haji di Tanah Suci, Diberi Smart Card Terpantau Badan Intejelen

Ratusan warga negara Indonesia (WNI) hari ini menjalani ibadah haji di Tanah Suci Mekkah, Arab Saudi di kala pandemi Covid-19.

Editor: Mega Nugraha
AFP
Ibadah haji di tengah pandemi hanya diikuti 1.000 orang. 

TRIBUNJABAR.ID- Ratusan warga negara Indonesia (WNI) hari ini menjalani ibadah haji di Tanah Suci Mekkah, Arab Saudi. Warga Indonesia yang menjalani ibaadah haji itu bagian dari 60 ribu jemaah haji lainnya yang diizinkan pemerintah Arab Saudi.

Adapun WNI yang menjalani ibadah haji di Tanah Suci Mekkah saat pandemi Covid19 saat ini sebanyak 327 orang.

Baca juga: Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah, Lengkap serta Keutamaannya, Ibadah Sunah Sebelum Hari Raya Idul Adha

Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegabriel para WNI tersebut merupakan jamaah yang lolos proses seleksi ketat yang dilakukan pemerintah Arab Saudi.

“Ada 600.000 orang yang mendaftar untuk melaksanakan haji, namun hanya 60.000 orang yang dapat mengikuti haji setelah pemerintah Saudi melakukan proses seleksi yang sangat ketat,” kata Agus Maftuh Abegabriel, Senin (19/7/2021).

Adapun syarat bagi warga yang bisa melaksanakan ibadah haji di masa pandemi Covid-19 ini antara lain, berusia 18 sampai 6- tahun dan sudah menjalani vaksinasi Covid-19 dua kali, dosis pertama dan kedua.

“Prioritas pertama adalah bagi mereka yang belum pernah berhaji, syarat lainnya telah divaksin sebanyak 2 kali dengan Pfizer atau Astra Zeneca,” katanya.

Selain itu, harus ada biaya yang dikeluarkan yakni 13.930 riyal atau sekira Rp 53 juta kemudian dikarantina selama 3 hari.

Baca juga: Takbiran Iduladha 2021 di Lapas Warungkiara Sukabumi, Diikuti Terbatas oleh 10 Napi Blok Santri

Tahun lalu, Arab Saudi menggratiskan ibadah haji. Namun tahun ini jemaah haji dikenakan biaya Rp 70 juta.

“Yang paling murah Rp 50 juta, ada Rp 60 juta yang VIP itu Rp 70 juta,” ujarnya.

Dubes RI juga menyebut penyelenggaraan haji tahun ini, ‘Haji High Tech’.

Seluruh jemaah haji akan mendapatkan kartu pintar untuk akses ke akomodasi dan masuk ke wilayah pelaksanaan ibadah haji, yakni Masjidil Haram atau Makkah, Padang Arafah, dan Mina.

“Semua orang dibuatkan semacam smart card sehingga ada monitor langsung dari sistem di Saudi, termasuk jarak antar jamaah. Jadi seperti alat yang dimiliki badan intelijen,” ujarnya.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved