Idul Adha 2021

Naskah Singkat Khotbah Idul Adha Tema Makna Berkurban dan Sedekah di Tengah Paceklik Wabah Corona

Berikut ini, teks naskah khotbah Idul Adha bertema makna berkurban di tengah paceklik dan wabah corona secara ringkas dan tersampaikan pesannya

Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Fidya Alifa Puspafirdausi
tribunjabar/Handhika Rahman
Naskah Singkat Khotbah Idul Adha Tema Makna Berkurban dan Sedekah ketika Paceklik dan Wabah Corona 

TRIBUNJABAR.ID - Berikut ini contoh naskah singkat khotbah Idul Adha 1442 H.

Setelah melaksanakan salat Idul Adha, kaum muslim juga disyariatkan mendengarkan khotbah.

Berikut ini, teks naskah khotbah Idul Adha ini berisi ringkasan bertema kurban yang mudah dipahami dan tersampaikan pesannya.

Dalam isi naskah singkat khutbah Idul Adha 1442 H ini dibahas keutamaan berkurban yang bermakna di tengah wabah corona.

Baca juga: Zikir dan Doa Mustajab Dibaca di Bulan Zulhijah Termasuk di Hari Arafah, Lengkap dengan Artinya

Khotbah Pertama

Allaahu Akbar (x9) walillaahil-hamdu.

Alhamdullilahi nahmaduhu wa nastaii’nuhu wa nastaghfiruhu wa nauu’dzubillahi min syuruuri anfusinaa wa min sayyi`aati a’maalinaa man yahdillahu falaa mudhillalahu, wa man yudhlil falaa haadiyalahuu.

Asyhadu an laaillaaha illallahu wahdahu laa syariika lahuu, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu.

Allahumma shalli wasallim ‘alaa Sayyidinaa Muhammadin haadzaar-rasuulil-kariimi wa ‘alaa aalihi wa ashaabihi. Ammaa ba’d

Fayaa ‘ibaadallah, uushiikum wanafsii bitaqwallaahi faqad faazal-muttaquun

Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, Allaahu Akbar  wa lillaahil-hamd.

Segala puja dan puji hanya untuk Allah swt. Pujian yang memang hanya menjadi milik-Nya karena ke-Maha Besaran-Nya. Pujian yang selalu melekat pada Dzat-Nya tanpa perlu menunggu pujian dari makhluk-Nya.

Pujian yang tidak bisa disangkal oleh siapapun yang menyangkal-Nya. Pujian yang mutlak menjadi milik-Nya karena Dialah Pencipta, Pemelihara, Pelestari, Penghancur, dan Dzat Yang Membangkitkan kembali alam semesta.

Shalawat dan Salam semoga Allah limpahkan kepada utusannya, Muhammad Saw. 

Dialah manusia terbaik yang diutus oleh Allah untuk membawa manusia ke jalan titian seharusnya, yakni hidayah Islam. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved