Breaking News:

Sepekan Menjelang Iduladha, Harga Berbagai Sayuran Meroket di Sumedang

"Kenaikan harga ini terjadi bukan hanya menjelang Iduladha, tetapi terjadi karena kurangnya pasokan," ucapnya.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Tribun Jabar/Kiki Andriana
Irmayanti (35), pedagang sayur di Pasar Parakanmuncang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (13/7/2021). Ia mengatakan terjadi kenaikan harga sayuran menjelang Iduladha. 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG- Sepekan menjelang Hari Raya Iduladha 1442 Hijriah, harga berbagai komoditas pangan seperti cabai dan sayuran melonjak tajam.

Hal tersebut terjadi di Pasar Parakanmuncang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaaten Sumedang, Jawa Barat.

Irmayanti (35), pedagang sayur, mengatakan, menjelang hari raya Iduladha banyak terjadi kenaikan harga untuk beberapa komoditas.

Menurut dia, kenaikan harga tertinggi tercatat pada komoditas cabai rawit merah. 

"Naiknya udah dari minggu lalu, harga cabai rawit merah naiknya begitu signifikan, yakni Rp 70 ribu per kilogram, sebelumnya hanya Rp 40 ribu," kata Irmayanti ditemui TribunJabar.id, di lapak dagangannya, Selasa (13/7/2021).

Baca juga: Perkuat Sistem Imun, 3 Sayuran Ini Bisa Jadi Pilihan Menu Sehat dan Bernutrisi

Selain itu, ucapnya, komoditas sayur lain pun mengalami kenaikan harga, seperti buncis dari Rp 8 ribu menjadi Rp16 ribu per kilogram.

Kemudian, ujar Irmayanti, harga cabai merah dari Rp 30 ribu menjadi Rp 40 ribu per kilogram, sedangkan bawang merah dari Rp 25 ribu menjadi Rp 32 ribu tiap kilogram, dan penurunan terjadi pada harga telor ayam dari Rp 24 ribu menjadi Rp 22 ribu per kilogram.

"Kenaikan harga ini terjadi bukan hanya menjelang Iduladha, tetapi terjadi karena kurangnya pasokan," ucapnya.

Irwayanti menambahkan, akibat terjadinya kenaikan harga pada sejumlah komoditas sayuran, banyak pelanggan yang mengurangi belanja. Terlebih, ujar dia, banyak penjual nasi goreng banyak tutup lantaran ada PPKM darurat.

"Banyak pelanggan yang mengurangi belanjanya, apalagi pelanggan saya yang berjualan nasi goreng, mereka sudah tidak belanja, mereka tidak berjualan akibat ada PPKM darurat," kata Irmayanti.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved