Breaking News:

Idul Adha 1442 H

Gubernur: Salat Idul Adha dan Takbiran di Rumah, Wagub: Lebih Utama Menolak Kemudaratan

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan bahwa penyelenggaraan salat Idul Adha tahun 2021 M/1442 H di masjid atau musala ditiadakan di Jawa Barat.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Hermawan Aksan
Foto: Deni/Biro Adpim Jabar
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat menyerahkan secara simbolis obat-obatan dan suplemen vitamin kepada kurir, di Kantor Dinkes Provinsi Jabar, Kota Bandung, Kamis (8/7/2021). Gubernur mengeluarkan surat edaran yang berisi antara lain ketetapan bahwa malam takbiran dan salat Idul Adha di masjid dan lapangan ditiadakan untuk sementara di Jawa Barat. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan bahwa penyelenggaraan salat Idul Adha tahun 2021 M/1442 H di masjid atau musala yang dikelola masyarakat, instansi pemerintah, perusahaan, atau tempat umum lainnya ditiadakan di seluruh Jawa Barat.

Begitu pun dengan kegiatan malam takbiran di masjid atau musala dan takbir keliling.

Hal itu tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor: 117/KB.03.03.04/Hukham Tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di Tempat Ibadah, Malam Takbiran, dan dan Shalat Idul Adha Tahun M/1442 H, yang ditandatangani pada 5 Juli 2021.

"Masyarakat melakukan salat Hari Raya Idul Adha di rumah/tempat kediaman masing-masing," tulis Gubernur dalam surat edaran tersebut.

Baca juga: Niat dan Tata Cara Salat Idul Adha, di Masjid atau di Rumah, Serta Contoh Khotbah Tema Pandemi

Penyelenggaraan malam takbiran di masjid atau musala, takbir keliling, baik dengan arak-arakan berjalan kaki maupun dengan arak-arakan kendaraan, ditiadakan di seluruh Jawa Barat.

"Masyarakat melakukan takbiran di rumah atau tempat kediaman masing-masing," katanya.

Surat Edaran yang tercatat dalam website Jaringan dan Dokumentasi Hukum Pemprov Jabar tersebut disampaikan kepada bupati dan wali kota, kepala kandepag kabupaten/kota, ketua MUI kabupaten/kota, pimpinan ormas Islam, ketua DMI kabupaten/kota, ketua Baznas kabupaten/kota, dan pimpinan pondok pesantren se-Jawa Barat.

Hal ini dengan mempertimbangkan masih tingginya tingkat penularan kasus positif Covid-19 di Provinsi Jawa Barat saat ini berdasarkan kriteria, yang meliputi tingkat kematian di atas rata-rata tingkat kematian nasional dan tingkat kesembuhan di bawah rata-rata tingkat kesembuhan nasional.

Kemudian memperhatikan tingkat kasus aktif di atas rata-rata tingkat kasus aktif nasional, tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit (bed occupancy ratio/BOR) untuk intensive care unit (ICU) dan ruang isolasi di atas 70%, dan proporsi tes positif (positivity rate) di atas 5%.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved