PPKM Darurat di Pangandaran
Sepinya Jalan Menuju Objek Wisata di Pangandaran Saat PPKM Darurat, Penjual Kopi Pun Mengeluh
Jalan raya menuju objek wisata di Pangandaran sepi saat pemberlakuan PPKM Darurat.
Penulis: Padna | Editor: taufik ismail
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Semenjak diberlakukan PPKM Darurat, jalan raya menuju objek wisata di Kabupaten Pangandaran sepi.
Menurut pantauan Tribunjabar.id, tampak di hari ke sembilan diberlakukan PPKM Darurat lalu lintas di pertigaan Emplak, Kalipucang sepi kendaraan.
Diketahui, pertigaan jalan tersebut merupakan salah satu akses utama menuju objek wisata di Kabupaten Pangandaran.
Hanya terlihat, beberapa kendaraan warga yang hilir mudik untuk melakukan aktivitas pentingnya.
Pemilik warung kopi, Maman (27) mengatakan, sebenarnya sebelum PPKM Darurat diberlakukan lalu lintas sudah sepi.
"Apalagi pengunjung wisatawan, objek wisatanya juga, kan, ditutup. Ditambah lagi PPKM Darurat, makin sepi Kang," ujar Maman saat ditemui Tribunjabar.id di warungnya, Minggu (11/7/2021).
"Ini juga, aaya jualan minuman dan kopi, sepi banget. Belum lagi, jam 8 malam kami harus tutup," ucapnya.
Pokoknya, kata dia, bukan hanya jalan raya saja yang sepi, para pedagang di pinggir jalan juga ikut sepi.
"Lalu lintas sepi, kami juga ikut sepi, akibatnya ekonomi semakin makin sulit," ucap Maman.
Menurutnya, berbeda dengan sebelumnya, lalul intas dipertigaan Emplak ini ramai kendaraan wisatawan dan warga sekitar yang hilir mudik.
"Apalagi, ketika hari Sabtu dan Minggu atau hari libur panjang seperti libur lebaran kemarin (1442 H)," katanya.
Ia berharap, kondisi secepatnya bisa kembali normal dan aktivitas masyarakat bisa seperti biasa lagi.
"Semoga corona cepat binasa, dan suasana seperti ini (aktivitas dan perekonomian sepi) tidak terulang lagi," ucap Maman.
Baca juga: Kisah Karsim, Peternak Sapi Terkenal di Pangandaran, Dulu Hanya Penyadap Aren, Ini Kunci Suksesnya