Breaking News:

Peternak Sapi dan Kambing di Pangandaran Mengeluh, Penjualan Hewan Kurban Merosot Jelang Iduladha

Dari informasi yang dihimpun Tribunjabar.id, penjualan hewan kurban menurun drastis ini sejak PPKM mikro dan darurat di Kabupaten Pangandaran.

Penulis: Padna | Editor: Tarsisius Sutomonaio

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN- Peternak sapi dan kambing di Pangandaran mengeluhkan pesanan hewan kurban yang turun drastis menjelang Iduladha 1442 H pada 2021.

Dari informasi yang dihimpun Tribunjabar.id, penjualan hewan kurban menurun drastis ini sejak PPKM mikro dan darurat di Kabupaten Pangandaran.

Peternak sapi dan kambing di Desa Emplak, Kecamatan Kalipucang, Pangandaran, Karsim (46), mengatakan penurunan penjualan hewan kurban lebih dari 50 persen dibandingkan tahun lalu.

"Tahun sekarang (2021), sangat merosot drastis. Tahun kemarin, itu sampai habis sampai 150 ekor, tapi sekarang cuman 70 ekor sapi. Kalau dipersentasekan, anjloknya mungkin sekitar 60 persen," ujar Karsim saat di peternakan sapinya, Minggu (11/7/2021).

Ia mengaku pembeli hewan kurban itu yang jual biasanya terdiri dari dua kelompok, yakni rata rata orang yang mengikuti arisan dan beberapa pembeli perorangan.

Menurutnya, alasan anjlok pemesanan sapi kurban, satu diantaranya yaitu adanya peraturan pemerintah yang saat ini harus dipatuhi (PPKM darurat).

Baca juga: 10 Hari Lagi Iduladha, Pedagang Hewan Kurban di Majalengka Menjerit

"Akibatnya, masyarakat menengah ke bawah yang berniat kurban sementara mengurungkan niatnya. Mungkin karena rezekinya juga ikut tersendat," katanya.

Contoh lainnya, ucapnya, seperti aktivitas di pasar, pedagang bakso, pukul 20:00 WIB itu harus sudah ditutup. 

"Saya jual daging seperti di pasar Pangandaran kadang yang biasanya satu hari itu 2 kuintal lebih, sekarang hanya 50 hingga 70 kilogram," kata Karsim.

Semenjak PPKM Darurat, pendapatan penjualan di sektor peternakan juga banyak berkurang.

Ia berharap pandemi Covid- ini cepat berakhir sehingga aktivitas masyarakat bisa kembali normal.

"Jadi perekonomian kami juga, para peternak, pedagang dan usaha lainnya bisa kembali lancar," ucapnya. 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved