10 Hari Lagi Iduladha, Pedagang Hewan Kurban di Majalengka Menjerit
Omzet penjualan hewan kurban di Majalengka turun drastis di momel Iduladha tahun ini.
Penulis: Eki Yulianto | Editor: taufik ismail
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Pada musim kurban tahun ini, penjualan hewan kurban di Kabupaten Majalengka menurun drastis bila dibanding tahun lalu.
Pedagang hewan bahkan mengaku penurunan hingga mencapai 50 persen.
Pandemi Covid-19 disinyalir menjadi salah satu penyebabnya.
Salah satu penjual hewan kurban di Pasar Ternak Regional Pakuan Bojong Cideres di Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka, H Omo (63) mengaku secara omzet memang penjualan hewan kurban di tengah pandemi Covid-19 ini mengalami penurunan.
Tahun ini, ia hanya menyediakan sekitar 20 hewan kurban jenis sapi karena sudah memprediksi kurangnya minat masyarakat untuk membeli hewan ternaknya.
"Jelas turun, jadi kalau tahun kemarin mah corona itu masih di kota besar, sekarang mah di daerah-daerah juga kena dampaknya," ujar Omo, Sabtu (10/7/2021).
Omo mengatakan, sejak dua minggu lalu lapaknya dibuka untuk masyarakat yang hendak membeli hewan kurban.
Ia menghitung baru sekitar 10 ekor sapi yang telah dipesan.
Sebelumnya, berbagai pesanan hingga puluhan ekor sapi ia terima di momen yang sama tahun lalu.
"Langganan saya juga yang tahun-tahun kemarin pesan terus, sekarang mah enggak. Banyak langganan saya dari kota-kota besar, enggak tahu pada enggak ada," ucapnya.
Ia menambahkan, untuk harga hewan kurban seperti sapi memang tetap standar dan stabil seperti tahun lalu.
Pihaknya menyediakan sapi dari harga Rp 17 juta hingga Rp 75 juta.
"Alhamdulilah-nya sapi simental yang dijual Rp 75 juta sudah dipesan. Ini membantu menutup sapi yang lain yang belum dipesan," ujar dia.
Baca juga: Update Harga Hewan Kurban 2021 untuk Hari Raya Idul Adha, Ada yang di Bawah Rp 2 Jutaan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/omo-penjual-hewan-kurban-majalengka.jpg)