Minggu, 12 April 2026

Ridwan Kamil Ungkap Jurus Agar Bisa Lewati Penyekatan PPKM Darurat Saat Antar Orang Sakit

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menanggapi peristiwa meninggalnya Kokom Komariah, lansia asal Cinambo, Kota Bandung, yang meninggal di dalam taksi.

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Giri
Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahman
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (ketiga dari kiri), saat berada di pos penyekatan PPKM darurat di Pasteur, Kota Bandung, Sabtu (10/7/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menanggapi peristiwa meninggalnya Kokom Komariah, lansia asal Cinambo, Kota Bandung, yang meninggal di dalam taksi online saat perjalanan menuju rumah sakit, Kamis (8/7/2021).

Orang nomor satu di Jawa Barat yang akrab disapa Emil itu mengaku telah melakukan penelusuran. 

Hasilnya, kata dia, lansia itu meninggal bukan akibat dari penyekatan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat yang dimulai pada 3 Juli 2021.

"Bahwa kejadian di Bandung itu bukan karena disekat, si sopirnya berasumsi ada penyekatan sehingga dia mencari jalan tikus, sehingga terjadilah kelamaan itu," ujar Ridwan Kamil saat ditemui di Pasteur, Kota Bandung, Sabtu (10/7/2021). 

Berdasarkan arahan dari Kapolda Jawa Barat, Irjen Ahmad Dofiri, kata Emil, kendaraan apa pun yang membawa pasien dipersilakan melewati penyekatan

Syaratnya, kata dia, pengemudi atau pihak keluarga mendatangi dan berbicara kepada petugas penjaga penyekatan.

"Kata Pak Kapolda kalau bawa orang sakit tinggal bilang, dengan rasa kemanusiaanya pasti mengizinkan. Jadi, ceritanya harus lengkap," katanya.

Sebelumnya, Kokom Komariah meninggal dunia di perjalanan saat akan ke rumah sakit setelah dirujuk dari Puskesmas Cijambe, Kamis (8/7/2021).

Peristiwa itu sebelumnya diketahui lewat postingan di media sosial yang viral.

Seorang pengemudi taksi online menceritakan mengantar suami, ibu, dan anak bungsu keduanya ke beberapa rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, setelah mendapat surat rujukan dari Puskesmas Cijambe.

Baca juga: Pasien Meninggal di Taxi Online, Anggota DPRD Jabar Ini Sebut Karena Terhambat Penyekatan Jalan?

Dari beberapa rumah sakit yang didatangi, salah satunya RS Hermina yang berlokasi di Jalan A.H. Nasution, keluarga tersebut harus gigit jari. Informasi dari petugas rumah sakit, bahwa ruang IGD rumah sakit tersebut dalam kondisi penuh.

Pencarian rumah sakit pun berlanjut ke RS Al-Islam. Namun kondisi serupa pun terjadi di rumah sakit yang berada di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung.

Opsi terakhir pun dipilih pihak keluarga, untuk membawa pasien ke Rumah Sakit Santosa yang berada di Jalan Kebon Jati, Kota Bandung.

Baca juga: Polisi Izinkan Mobil Pribadi Bawa Pasien Lewati Penyekatan Jalan, Tapi Ini Syaratnya

Namun, sebelum tiba di tujuan, saat hendak melintas di Jalan Asia-Afrika, perjalanan mereka terhambat oleh pemberlakuan penutupan akses jalan karena pemberlakuan PPKM darurat di Kota Bandung, sehingga memaksa taksi daring yang membawa pasien dan keluarganya tersebut harus memutar mencari akses jalan yang terbuka.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved