Virus Corona di Jabar
Dalam 20 Hari, Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Rumah Sakit di Jabar Bertambah Sekitar 4.000 Unit
Gubernur Jabar Ridwan Kamil melaporkan bahwa tingkat keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 perlahan menurun.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dalam 20 hari terakhir, Jawa Barat telah mengalami penambahan jumlah tempat tidur untuk perawatan pasien Covid-19 sebanyak 3.907 unit.
Dalam periode yang sama, jumlah rumah sakit yang merawat pasien Covid-19 pun bertambah 8 rumah sakit.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Pikobar, terdapat total 18.428 tempat tidur perawatan pasien Covid-19 di Jabar pada 9 Juli 2021.
Dari angka tersebut, Bed Occupancy Rate (BOR) mencapai 88,21 persen, atau telah terisi terisi 16.253 tempat tidur di antaranya.
Sedangkan sebelumnya pada 20 Juni 2021, baru terdapat total 14.521 tempat tidur khusus perawatan pasien Covid-19 di Jabar.
Saat itu, secara rata-rata angka keterisian tempat tidurnya mencapai 86,03 persen, atau terisi 12.492 tempat tidur di antaranya.
Pikobar pun merilis terdapat pada 20 Juni 2021 baru terdapat 326 rumah sakit tempat perawatan pasien Covid-19 yang tersebar di Jawa Barat, dan kini menjadi 334 rumah sakit.
Baca juga: BOR Perawatan Pasien Covid-19 di RS di Jabar Hampir Penuh, Komisi V: Kami Terus Upayakan Tambah
Masih ada 51 rumah sakit yang belum menerima pelayanan pasien Covid-19.
Gubernur Jabar Ridwan Kamil melaporkan bahwa tingkat keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 perlahan menurun.
Hal itu karena rumah sakit mulai menambah kapasitas tempat tidur bagi pasien Covid-19, dari 40 persen menjadi 60 persen dari total kapasitas.
"Kemarin BOR (Bed Occupancy Rate) sudah turun. Itu dikarenakan instruksi dari kami agar tempat tidur untuk Covid-19 dinaikan ke 60 persen, yang tadinya hanya 40 persen di Bandung. Jadi tempat tidur itu ada 54 ribu secara umum, 60 persennya minggu-minggu ini dikonversi untuk pasien Covid-19," ucapnya melalui siaran digital, Jumat (9/7/2021).
Guna menekan keterisian rumah sakit, kata Kang Emil, ruang isolasi terpusat di level desa dan pusat pemulihan bagi pasien Covid-19 yang akan sembuh setelah mendapat perawatan di rumah sakit akan terus diperkuat.
“Kemudian juga peningkatan kapasitas di ruang isolasi di desa, pusat pemulihan di akhir terus kita tingkatkan,” katanya.
Mobilitas masyarakat Jawa Barat saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat berangsur menurun.
Baca juga: Pajang Peti Mati di Gedung Pelayanan, Camat Lemahabang Karawang Ingin Ingatkan Warga Bahaya Covid-19
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/serahkan-tempat-tidur-ke-dustira-emil.jpg)