Breaking News:

Cegah Peredaran Hewan Kurban Gelonggongan Jelang Iduladha, Polisi di Sumedang Perketat Pengawasan

Menjelang Iduladha, Kepolisian Resor (Polres) Sumedang akan memperketat pengawasan penjualan hewan kurban di wilayah hukumnya.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin
Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto saat ditemui di Mapolres Sumedang. 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG- Menjelang Iduladha, Kepolisian Resor (Polres) Sumedang akan memperketat pengawasan penjualan hewan kurban di wilayah hukumnya.

Hal ini untuk mengantisipasi peredaran sapi gelonggongan dan memastikan produk daging yang dihasilkan benar-benar sehat untuk dikonsumsi dan aman bagi masyarakat saat perayaan Iduladha.

Istilah gelonggongan adalah daging yang dijual setelah melalui proses yang tidak wajar. Beberapa jam sebelum penyembelihan, hewan kurban diminumkan air dalam jumlah besar agar tampak lebih gemuk hingga bisa mendongkrak harga jual.

"Pengawasan akan ditingkatkan, dan kami mendorong Dinas Perikanan dan Peternakan Sumedang untuk mengecek kesehatan hewan kurban sehingga masyarakat mengonsumsi daging hewan kurban yang betul-betul sehat," kata Kapolres Sumedang, AKBP Eko Prasetyo Robbyanto, saat ditemui TribunJabar.id di Pos Penyekatan PPKM Darurat Cimanggung, Sumedang, Kamis (8/7/2021).

Baca juga: Harga Lengkap Hewan Kurban 2021 untuk Idul Adha, dari Kambing, Domba dan Sapi

Polisi juga meminta masyarakat Sumedang untuk tetap disiplin dan mengikuti arahan dan tata cara pelaksanaan kurban yang dikeluarkan oleh pemerintah juga mengikuti protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19.

"Kemarin sudah keluar surat edaran dari Kementerian Agama terkait tata cara pelaksanaan kurban dan salat Iduladha. Nanti kami terapkan secara betul di wilayah hukum Sumedang," ucapnya.

Selain itu Eko mengimbau warga Sumedang untuk mengikuti arahan pelaksanaan salat Iduladha dari aparat berwenang, Sebab, ujar Eko, situasi saat ini sangat berbeda.

"Situasi sekarang mengancam nyawa. Ikuti arahan dari aparatur berwenang," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved