Breaking News:

Mahasiswi Buang Bayi

Ini Hukuman Bagi Mahasiswi asal Garut yang Aborsi dan Buang Bayi ke Tempat Sampah di Bandung

Mahasiswi akademi keperawatan di Kabupaten Garut, Up (19), ditetapkan tersangka karena aborsi anak dengan dibuang ke tempat sampah

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar / Nazmi Abdulrahman
Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Adanan Mangopang (kanan) menunjuka barang bukti, saat ungkap kasus di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Selasa (6/7/2021). Tribun Jabar / Nazmi Abdulrahman 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Mahasiswi akademi keperawatan di Kabupaten Garut, Up (19) dijerat Pasal 77 A Undang Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak karena diduga melakukan aborsi dengan buang bayi laki-lakinya ke tempat sampah di Kota Bandung.

"Yang bersangkutan saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka Pasal 77 A Undang-undang Perlindungan Anak. Ancamannya 10 tahun," kata Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Adanan Mangopang, di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Selasa (6/7/2021).

Baca juga: Malu Lahirkan Bayi dari Hubungan Gelap, Mahasiswi Akper di Garut Buang Bayi ke Tempat Sampah

Pasal 77 A itu mengatur soal perbuatan aborsi. Isinya :

Setiap Orang yang dengan sengaja melakukan aborsi terhadap Anak yang masih dalam kandungan dengan alasan dan tata cara yang tidak dibenarkan oleh ketentuan peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45A, dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar.

AKBP Adanan Mangopang menerangkan, Up membuang bayinya ke tempat pembuangan sampah di Gang Siti Salsah, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung pekan lalu. Bayi tersebut dilahirkan UM di kamar mandi sebuah kos-kosan di Kecamatan Cicendo, Kota Bandung

"Tersangka melahirkan bayi seorang diri tanpa bantuan medis. Setelah bayi tersebut lahir, Up kemudian membungkus dengan kain dan membuangnya ke tempat sampah," kata Adanan.

Setelah mengevakuasi jasad bayi, kata dia, anggotanya kemudian melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi dan barang bukti. Hasilnya, polisi bisa mengidentifikasi pelaku yang ternyata mahasiswi akper

"Pelaku kami tangkap di Garut, di rumahnya. Ia mengakui bubang bayi karena hasil hubungan gelap," ujar Adanan.

Berdasarkan keterangan pelaku, kata dia, sebelum buang bayi, pelaku datang ke salah satu kost temannya yang berada tak jauh dari lokasi kejadian. 

Setelah itu, pelaku berpura-pura masuk ke kamar mandi temannya dan melahirkan bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut.

Baca juga: Siswi SMA Buang Bayi disertai Puisi dalam Tas, Terungkap Diduga Hasil Hubungan Gelap dengan Pacar

"Setelahnya itu, pelaku membungkus bayinya itu, dengan menggunakan baju dan dimasukan ke dalam plastik hitam. Agar tidak dicurigai temannya, pelaku mengaku sedang datang bulan," katanya. 

Kepada polisi, pelaku mengaku terpaksa membuang bayi tersebut karena malu, karena hasil hubungan gelap. 

"Motifnya, bayi itu hasil hubungan gelap dengan kekasihnya. Ia mengaku malu dan berniat membuangnya," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved