Breaking News:

PPKM Darurat

PPKM Darurat di Cimahi, Penyekatan Timbulkan Kemacetan di Perbatasan Bandung-Cimahi

Pelaksanaan PPKM Darurat, Senin (5/06/2021) atau hari ketiga sejak pemberlakuan PPKM Jawa-Bali, terjadi kemacetan panjang di perbatasan Bandung-Cimahi

Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Kisdiantoro
Tribunjabar.id/Kemal Setia Permana
Pelaksanaan PPKM Darurat, Senin (5/06/2021) atau hari ketiga sejak pemberlakuan PPKM Jawa-Bali, terjadi kemacetan panjang di perbatasan Bandung-Cimahi 

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI-  Pelaksanaan PPKM di awal pekan ini, Senin (5/06/2021) atau hari ketiga sejak pemberlakuan PPKM Jawa-Bali, terjadi kemacetan panjang di perbatasan Kota Cimahi- Kota Bandung.

Kemacetan ini terjadi di ruas jalan Cibeureum menuju dari arah Kota Cimahi menuju Kota Bandung.

Pantauan Tribun Jabar pada Senin siang, kepadatan kendaraan terjadi mulai dari turunan jembatan layang Cimindi menuju Cibeureum, Kota Bandung. Dari titik ini, kepadatan mulai terjadi.

Hal ini disebabkan adanya penyekatan di Posko Gakum PPKM Darurat di Jalan Rajawali Barat, Kota Bandung.

Kendaraan yang melaju dari arah Sukarno Hatta dan Kota Cimahi yang melintas jalan raya ini diputar-arahkan ke jalur kanan yaitu Terminal Bus Damri Elang.

Baca juga: PPKM Darurat di Kota Tasikmalaya, Satgas Covid-19 Bubarkan Latihan Turnamen Burung Merpati

Karena banyaknya volume kendaraan yang masuk ke jalur ini, pengalihan arus berbuntut kepada melambatnya laju kendaraan hingga kurang dari 5km per jam dan harus tersendat atau terhenti sejenak. 

Akibatnya volume kendaraan yang di belakangnya semakin bertambah banyak dan menimbulkan penumpukan memanjang hingga ke belakang dari arah Cimahi yang arusnya lebih lancar.
Adanya penyekatan di Rajawali Barat ini rata-rata tidak diketahui banyak warga, sehingga mereka terus melajukan kendaraan ke jalur ini. Seperti diungkapkan salah satu pengguna jalan, Usep Sunarya (41) warga Jalan Dulatip, Kota Bandung yang hendak pulang dari Kota Cimahi. Usep mengatakan bahwa baru hari ini dia melintas ke jalan Rajawali Barat.

"Saya kira kalau siang hari tidak ada penyekatan.Tahunya sih penyekatan itu baru magrib sampai subuh, ternyata siang ini ada penyekatan," ujar Usep.

Usep memang tidak menduga bahwa di jalur itu akan ada penyekatan. Jika saja ia mengetahui lebih awal, maka ia tidak akan melintas ke sana dan mencari alternatif jalan lain.       

Hal senada diungkapkan Deni Koswara (35) warga Jalan Pesantren, Cimahi. Ia bermaksud untuk membeli keperluan bahan makanan ikan di kawasan Tegal Lega. Karena ketidaktahuannya, ia terpaksa harus rela berjejalan di tengah kendaraan lain di sejak dari Jalan Cibeureum.

"Tadi mulai kerasa macetnya sih mulai selepas lewat fly over Cimindi ya, dari sana ke sini (pos penyekatan) hampir setengah jam," ujarnya.

Baca juga: Perketat Pengawasan Saat PPKM Darurat, Daerah Ini Bakal Tambah Pos Penyekatan Jalan

Deni mengaku bahwa ia tidak tahu ada pos sekat di Jalan Rajawali. Padahal, jika tahu sebelumnya, maka ia akan memilih tinggal di rumah. 

Sementara itu, Polres Cimahi sendiri melakukan penyekatan di beberapa titik yaitu gerbang tol Padalarang serta Kebon Kopi. (kemal setia permana

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved