Sam Bimbo Dapat Gelar Doktor ITB, Proses Kreatif Kolaborasi Musik dan Lukis Dinilai Unik dan Langka
Karya nyata Sam Bimbo yang mengandung nilai inovatif terbukti bermakna dan bermanfaat bagi masyarakat, bagi perkembangan nilai keagamaan, dan sain.
Penulis: Shania Septiana | Editor: Kisdiantoro
"1.0 Cinta keluarga, yang diikat tali persahabatan dengan doa, 2.0 cinta seni lukis, dengan hati kita merasa, dengan telinga kita mendengar, dengan mata kita melihat. Dengan ini pula saya terjun kedalam bidang seni, seni musik dan seni rupa. Berpadu dengan teori dan ilmu yang menjadi bekal, 3.0 cinta seni religius. Ada getaran hari yang kuat ketika saya shalat di masjid Salman, lahirlah lagu bergenre pop religi berjudul Tuhan, 4.0 cinta dalam kemanusiaan. Memahami lingkungan, dan menghimbau untuk tidak terjadinya perang dunia ke 3. Serta perjuangan keadilan untuk para seniman musik, masalah hak cipta dan perekonomian. 5.0 cinta illahi, habluminannas, habluminallah. Diekspresikan Dangan bentuk kaligrafi dan lagu religi," ujarnya.
Penganugerahan Gelar Doktor Kehormatan bidang Kesenirupaan kepada Nyoman Nuarta.
Nyoman Nuarta merupakan tokoh seniman Indonesia paling berpengaruh saat ini. Selain menjadi tokoh Gerakan seni rupa Baru Indonesia dekade 1970-an, karya-karya patungnya sudah menjadi koleksi nasional, bahkan sudah 3 (tiga) karyanya terpasang di luar negeri.
Total sudah 66 karya patung publiknya terpasang di seluruh Indonesia, dan 1 (satu) di kantor pusat OPEC di Manila. Nyoman Nuarta sudah melakukan 20 kali pameran nasional dan 29 kali pameran internasional.
Dia pun sudah pernah masuk ke dalam pameran dengan reputasi tertinggi di dunia, yakni 1 (satu) kali Biennale dan 3 (tiga) kali Triennale.
Dalam acara penganugerahan gelar tersebut, Nyoman Nuarta memberikan orasi ilmiah berjudul "Seni sebagai Jalan Menuju Antusiasme Baru Hidup Manusia."
"Seni yang saya tekuni, yang kalau boleh disebut patung, karena saya tidaklah memahat sebagaimana para pendahulu itu, mungkin berbeda. Seni tidak selalu hadir an sich, berdiri sendiri sebagai karya estetis, tetapi secara bersama-sama hadir di hadapan publik sebagai karya yang memadukan antara unsur-unsur
seni, teknologi, sains, dan berimplikasi kepada kepentingan ekonomi," ujarnya.
Terobosan penting temuan Nyoman Nuarta dalam ’teknik’ berkarya seni adalah:
1. Teknik membentuk patung wire mesh welding forming.
2. “Hak cipta teknik pembuatan patung organis dengan pembesaran skala dan pola segmentasi” untuk pembuatan patung-patung skala besar.
Dalam pengembangan karya patung GWK yang berukuran gigantis, Nyoman Nuarta juga melakukan kajian aspek-aspek engineering yang begitu banyak.
Mulai dari aspek geologis wilayah, perhitungan struktur statik dan dinamik, perhitungan ketahanan material terhadap fatigue, oksidasi, dan pengaruh alam lainnya, hingga pengujian ketahanan terhadap hantaman angin periode 50 dan 100 tahun juga dilakukannya, demi menjamin ketahanan patungnya terhadap pengaruh alam.
"Semoga apa yang sudah saya kerjakan memberi manfaat kepada negara dan bangsa. Semoga seni tak sekadar menampilkan keindahan, tetapi menjadi jalan baru menuju antusiasme hidup manusia di masa kini dan nanti," ujarnya.
"Jika seni mengusung unsur-unsur estetik yang memberi sentuhan rasa indah, maka
teknologi menjadi pemecah problematika yang memungkinkan seni hadir di tengah-tengah
publik sebagai ikon peradaban baru. Teknologi dibutuhkan sebagai bahasa perantara bagi
seorang seniman untuk menjangkau publik yang lebih besar," tambahnya.
Penganugerahan Doktor Kehormatan bidang Pengembangan Wilayah dan Kota kepada Prof. Bambang Brodjonegoro.
Dalam acara penganugerahan gelar tersebut, Bambang Brodjonegoro memberikan orasi ilmiah berjudul "Menciptakan Peningkatan Kesejahteraan melalui Konsep Liveable Metropolitan."
Urbanisasi merupakan fenomena yang secara masif terjadi di Indonesia. Mereka yang pindah dari desa ke kota ini memiliki tujuan mendapatkan fasilitas hidup baik dan kesejahteraan yang meningkat.