Sabtu, 25 April 2026

PPKM Darurat

PPKM Darurat di Subang, Petugas Juga Akan Awasi Pergerakan Massa pada Jam Keluar-Masuk Pabrik

Tak hanya kawasan pertokoan dan pasar, kegiatan patroli petugas di masa PPKM darurat di Subang juga akan menyasar pabrik-pabrik.

Penulis: Irvan Maulana | Editor: Giri
Tribun Jabar/Irvan Maulana
Para pekerja di satu perusahaan di Subang saat jam keluar kerja. Saat PPKM darurat, petugas juga akan mengawasi pergerakan massa di pabrik. 

Laporan Kontributor Tribun Jabar Subang, Irvan Maulana

TIBUNJABAR.ID, SUBANG - Tak hanya kawasan pertokoan dan pasar, kegiatan patroli petugas di masa pemberlakuan pembatasan kegiata masyarakat (PPKM) darurat Jawa-Bali yang berlangsung pada 3-20 Juli, di Subang juga akan menyasar pabrik-pabrik.

Hal itu dikatakan Bupati Subang, Ruhimat, seusai sidak di kawasan pertokoan Jalan Otto Iskandardinata, Kabupaten Subang pada Sabtu (3/7/2021) pagi.

Ruhimat mengatakan, pabrik termasuk satu kegiatan ekonomi sektor esensial yang beroperasi 100 persen pada masa PPKM darurat Jawa-Bali diberlakukan.

Kendati demikian, pihaknya tetap akan meninjau pergerakan massa pada jam keluar-masuk pabrik.

"Kalau industri esensial boleh 100 persen. Tapi kalau industri nonesensial itu hanya 50 persen. Sebelum itu kita sudah menyusun bagaimana caranya membatasi pergerakan massa," ujar Ruhimat.

Pemerintah daerah bersama TNI dan Polri sudah merancang jam patroli khusus pada masa PPKM darurat.

Baca juga: PPKM Darurat di Kota Sukabumi, Petugas Tak Akan Beri Ampun bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

"Namanya juga masyarakat, tidak sepenuhnya sadar kepada aturan. Kami sudah menyusun patroli jam berapa dan seperti apa, tentunya akan ada patroli tidak hanya di kawasan pabrik tapi ke semua lini," kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Subang, AKBP Aries Kurniawan Widiyanto, menjelaskan pihaknya juga sudah membuat pos penyekatan di perbatasan kota.

Baca juga: PPKM Darurat Hari Pertama di Subang, Bupati Ruhimat Pimpin Forkopimda Sidak Supermarket

"Patroli telah kita tingkatkan untuk mengurangi kerumunan dan membatasi mobilitas, kita sudah persiapkan patroli bisa sampai tiga kali dalam sehari. Kontekstual saja sesuai dengan kebutuhan agar masyarakat juga terlindungi," ujar Aries.

Selain itu pihaknya juga telah membantuk posko penyekatan di wilayah Pantura, Tol Cipali, serta wilayah selatan Kabupaten Subang  perbatasan Subang-Bandung Barat. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved