Sabtu, 9 Mei 2026

Dua Obat Ini Berpotensi Melawan Covid-19? Hasil Identifikasi Ilmuwan

Peneliti mengidentifikasi 200 obat yang disetujui dan diprediksi bekerja melawan Covid-19

Tayang:
Editor: Siti Fatimah
ilustrasi obat-obatan- Sebuah tim yang dipimpin oleh para peneliti dari Milner Therapeutics Institute dan Gurdon Institute Universitas Cambridge, mengidentifikasi 200 obat yang disetujui dan diprediksi bekerja melawan Covid-19. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pandemi Covid-19 yang melanda dunia membuat banyak peneliti berupaya menemukan obat yang bisa melawan Corona Virus.

Tentunya bila benar-benar bisa ditemukan, kehadiran obat ini bisa menjadi angin segar untuk mengatasi Covid-19 terutama di negara-negara yang masih memiliki kasus tinggi.

Selama ini sudah ada beberapa obat yang sempat disebutkan bisa membantu dalam pengobatan Covid-19, namun masih butuh penelitian lebih lanjut.

Baca juga: UPDATE Obat Covid-19, BPOM Izinkan Penggunaan Ivermectin di Luar Uji Klinik, Ini Syarat Ketatnya

Karena ini, dengan adanya penelitian ini, tentu banyak harapan obat ini bisa benar-benar mampu melawan Covid-19 agar wabah ini bisa segera berakhir pula.

Belum lama ini, pada sebuah penelitian yang diterbitkan Kamis (1/7/2021) di Science Advances terungkap bahwa sebuah tim yang dipimpin oleh para peneliti dari Milner Therapeutics Institute dan Gurdon Institute Universitas Cambridge, mengidentifikasi 200 obat yang disetujui dan diprediksi bekerja melawan Covid-19.

Dikutip dari Kontan.Id, diungkapkan, para peneliti ini menggunakan kombinasi biologi komputasi dan pembelajaran mesin untuk membuat peta komprehensif protein yang terlibat dalam infeksi SARS-CoV-2 dari protein yang membantu virus masuk ke sel inang hingga protein yang dihasilkan sebagai akibat infeksi. 

Dengan memeriksa jaringan ini menggunakan pendekatan kecerdasan buatan (AI), peneliti dapat mengidentifikasi protein kunci yang terlibat dalam infeksi, serta jalur biologis yang mungkin ditargetkan oleh obat-obatan. 

Hingga saat ini, sebagian besar pendekatan molekul kecil dan antibodi untuk mengobati Covid-19 adalah obat yang saat ini menjadi subjek uji klinis atau telah melalui uji klinis dan telah disetujui. 

Baca juga: IDI Tidak Rekomendasikan Ivermectin jadi Obat Covid-19, Tunggu Hasil Uji Klinik

Sebagian besar fokusnya untuk melawan virus utama atau target inang, atau menghentikan peradangan di mana pengobatan obat dapat digunakan sebagai intervensi. 

Melansir Medical Xpress, tim menggunakan pemodelan komputer untuk melakukan pemeriksaan dari hampir 2.000 obat yang disetujui dan mengidentifikasi 200 obat yang disetujui, yang dapat efektif melawan Covid-19

Empat puluh obat di antaranya telah memasuki uji klinis, yang menurut para peneliti mendukung pendekatan yang mereka ambil. Ketika para peneliti menguji subset dari obat-obatan yang terlibat dalam replikasi virus, mereka menemukan, bahwa ada dua macam obat – obat antimalaria dan jenis obat yang digunakan untuk mengobati rheumatoid arthritis – tampak mampu menghambat virus corona, memberikan validasi awal berdasarkan pendekatan data mereka. 

“Dengan melihat ribuan protein yang berperan dalam infeksi SARS-CoV-2, baik secara aktif maupun sebagai konsekuensi dari infeksi, kami telah mampu membuat jaringan yang mengungkap hubungan antara protein ini,” kata Profesor Tony Kouzarides, Direktur Milner Therapeutics Institute, yang memimpin penelitian tersebut.

Baca juga: Warga Bandung Buru Obat Cacing Saat Ivermectin Obat Cacing Sedang Diuji Jadi Obat Covid-19

Ada dua obat 
 

Peneliti kemudian, menggunakan pembelajaran mesin dan teknik pemodelan komputer terbaru, untuk mengidentifikasi 200 obat yang disetujui yang mungkin membantu mengobati Covid-19

“Dari jumlah tersebut, 160 belum pernah dikaitkan dengan infeksi Covid-19 sebelumnya.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved